Tuesday, October 5, 2010

My Holiday to Magelang



(Rina's Story)

Pagi ini aku bangun pagi sekali. Waktu menunjukkan pukul 04.45 pagi. Dan setelah bertelepon sebentar, aku segera menyiapkan bekal perjalananku hari ini. Setelah mandi dan shalat subuh, aku mengepak kaos Hamid yang dulu ketinggalan disini, lalu satu kotak Jelly spesial buat dia disana (hahah), mukena, sisir, kalung, dan helm biru ku tentunya.

Pukul 06.30 aku udah siap dan aku naik angkot bareng dengan orang orang pasar. Pagi ini sudah ramai sekali ibu ibu yang hendak ke pasar naik angkot. Aku turun di Jatingaleh dan membayar Rp. 3000, cring! Hehe. Aku menunggu bus patas yang akan mengantarku ke Magelang. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya datang juga bus Patas Ramayana warna biru muda jurusan Jogja. Aku stop dan aku duduk di kursi yang agak kebelakang. Aku bayar tiketnya Rp. 21.000,- .Menikmati perjalanan pagi ini sepertinya aku masih agak ngantuk sehingga aku sempet tertidur juga sambil mendengarkan mp3 dari ponselku. Tak terasa perjalanan kali ini sudah sampai di daerah Bedono. Dan tak terasa lagi sudah sampai Secang. Sampai situ aku memessage partnerku, agar supaya dia segera bersiap siap menjemputku. Dia bilang aku disuruh turun di Armada Estate / Kupatan. Mana tu, aku nggak mudeng. Wkwk. Ternyata bus sudah masuk kota Magelang dan melintasi Jl. Urip Sumoharjo, akhirnya aku memutuskan untuk turun di Terminal Tidar. Aku turun jam 9.00 lalu duduk di depan terminal seorang diri. Menunggu kurang lebih 10 menit, akhirnya Hamid datang juga. Dia pakai kaos putih, jins biru, sandal warna ijo, dan memakai cardigan yang membuatnya kelihatan agak childish. Hehe. Lalu dia memberitahuku bahwa kupatan itu udah kelewatan. Hahaha.

Dia membawakanku helm tapi aku lupa memberitahu kalo aku hari ini sudah bawa helm sendiri dari kost. Lalu dia mengajakku memutar melintasi lagi Jl. Urip Sumoharjo, lalu Pasar Kebonpolo, darisitu aku diajak masuk gang. Hamid memberitahuku kantor tempat dia bekerja yaitu sebuah apotek yang begitu robotic atau sebaliknya, robotic yang begitu apotek. Wakaka. Disebelah kanan jalan ada semacam tanah gundukan yang aku kira rel kereta api. Tapi ternyata itu adalah parit buatan Jaman Belanda yang dulu fungsinya untuk perairan kota. Dan aku juga sempat melihat salah satu jalan yang diatasnya ada jalan air itu. Hamid bilang itu namanya Plengkung. Aku baru kali ini ke Magelang, ternyata suasananya terasa bahwa kota ini sudah cukup tua. Aku melihat banyak bangunan berarsitektur Belanda yang ada di sepanjang jalan Ahmad Yani. Ternyata, perjalanan kita sampai di Alon Alon Magelang. Hamid mengajakku berhenti sejenak untuk melihat pemandangan disudut Alon Alon. Sebuah water tower besar dengan tinggi sekitar 40 meter terpampang didepan mata. Ternyata water tower ini adalah bangunan peninggalan belanda yang fungsinya untuk penampung air yang selanjutnya akan disalurkan ke semua penjuru masyarakat kota. Wah, keren juga yak..

Lalu disebelah timur alon alon ada Gardena, lalu ada Magelang & Tidar Theater yang mana adalah satu satunya gedung bioskop yang ada di magelang. Weh weh… terus ada Matahari nya magelang yang cukup ramai. Dari situ aku meilhat kantor pos yang bangunannya lagi lagi terlihat lama dan belok kiri. Disitu pojok pertigaan ada Apotek Kawatan. Ini adalah kantor nya Hamid. Terus mampir di sebuah minimarket untuk membeli minuman dan batere. Habis itu kita meluncur ke rumah Hamid. Melewati jalan pemuda yang aku merasa seperti di kudus, tapi di Magelang ditengah jalan ada lampu lampu nuansa belanda dan melewati bekas pasar yang terbakar beberapa tahun lalu, dan melihat slogan Magelang Kota Harapan. Apa dari dulu selalu berharap yah? Wkwk

Lalu menyusuri jalan jalan yang teduh, dan melihat bukit tidar yang katanya Hamid itu adalah pusatnya pulau Jawa. Disana tidak sembarang orang boleh masuk. Katanya sih banyak binatang berbisanya. Hahaha. Tapi pemandangan ini menyejukkan mata. Keluar kota magelang melewati jalan raya yang sedang dalam proses pelebaran. Beberapa waktu yang lalu aku lewat sini naik bis baru sebelah kanan yang dilebarkan, sekarang sebelah kiri. Hmmmm… ternyata rumah Hamid jauh juga. Agak pedalaman deh. Dan ternyata sekitar 15 km dari Magelang. Disitu setelah masuh gang, ada rumah sakit. Aku heran deh, didesa gini ada rumah sakit gede. Wakaka. Terus akhirnya sampai di SD nya Hamid, dan tidak berapa lama sampailah di rumahe Hamid. Kita masuk dan aku diambilkan sebuah makanan khas kampungnya Hamid. Namanya gumbingan, rasanya agak alot, asin, pedes, tapi enak. Terus ternyata kamarnya Hamid tu diatas, harus naik tangga. Setelah itu, kita sedikit ngobrol dan ada bapaknya Hamid yang sedang dalam keadaan kotor (hehehe) salaman sama aku. Dia tanya aku rumahnya mana? Naik bis ya? Lalu langsung pergi kembali mengerjakan sesuatu dibelakang. Aku buka jelly yang tadi aku bawa dari kost dan kita makan bareng sebagian, aku melihat album foto foto Hamid pas masih kecil dan begitu ingusan. Wkwkwk. Lucu juga ya… Hamid lalu pakai sepatu dan kita akan segera berangkat ke Mendut.

Oke perjalananpun dimulai, setelah pamit, jam 10.45 kita langsung pergi kearah selatan, melewati kampung, lalu hamparan sawah yang membahana, wahaha, lalu hamid menunjukkan lokasi dimana dia punya sawah. Perjalanan yang menyenangkan, sehingga sekitar 10 menit, kita sudah sampai di Candi Mendut. Ealah, kok candinya tiba tiba ada ditengah jalan gini. Hehehe.. setelah parkir, kita masuk ke kompleks candi dan ditawari bermacam macam souvenir. Untuk masuk, 1 orang membayar Rp. 3.300,- dan kita masuk.
Disana ada sebuah papan informasi mengenai sejarah candi ini dan ada sebuah pohon beringin besar yang banyak akar akarnya. Berfoto foto sebentar lalu naik ke candi. Disana tidak begitu ramai pengunjung. Kita muter melewati semacam tingkat terbuka yang ada di candi, foto foto sebentar dan lalu kita masuk ke ruang utama candi, ternyata sedang ada beberapa turis asing. Setelah itu giliran kita. Masuk dan melihat tiga buah arca Buddha, Hamid sok sokan cerita. Bahwa nama Buddha ini yang tengah adalah sang Buddha, yang kiri namanya vajraponi, dan yang kanan namanya lokitesvara. Disitu juga ada dupa. Dan langit langit candi ini kokoh banget. Padahal dulu dilem pake apa yah? :kagum: setelah itu kita berjalan jalan di sekitar taman dan beberapa batu yang sudah tidak bisa disusun lagi. Dan juga ada bibit pohon Bodhi. Bodhi adalah nama pohon yang dulu dibawahnya adalah tempat bertapa Sang Buddha.

Tidak berlama lama, karena kita hendak mengejar waktu, jam 10.50 kita melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Tidak butuh waktu lama, sampai di Kota Mungkid, Ibukota Kabupaten Magelang. Dan turun, melewati jembatan dan baliho sambutan Welcome to Borobudur. The National Archaeological Park. Foto sebentar, lalu ke selatan ada sebuah stupa. Jepret! Dan juga sambutan selamat datang di Borobudur yang mana ada miniature candi disitu. Habis itu aku nyobain didepan naik motor andalannya Hamid. Wkwk. Dan ternyata sudah dekat. Nggak lama, langsung sampai hotel hotel dan sudah kelihatan Candi Borobudur. Tukeran yang nyetir, lalu masuk melalui pintu 7. Kata Hamid, bila masuk melalui tiketan harga tiket satunya Rp. 22.500,- gila, mahal tenan. Untung Hamid punya banyak temen disana, jadi cukup minta ijin sama satpam. Hehehe. Nice!

Terus disitu ada Hotel Manohara, dan mungkin kita terlihat aneh, sehingga salah seorang bapak security mendekati kita. Tapi its ok, dan lalu kita ke arah candi. Wah, disana kita sudah kepanasan. Lalu istirahat sebentar di salah satu bawah pohon sambil makan bekal kita. Hehe. Setelah capek sedikit terobati, kita naik,
sewa payung Rp. 3000, lalu segera kita naik candi. Wah, nanjak banget. Bisa diet alami nih… hihihi.

Untuk menikmati relief yang ada di seputar bangunan candi, kita harus masuk melalui pintu timur dan naik satu tingkat, lalu muter searah jarum jam sampai pintu timur lagi, lalu naik satu tingkat, dan muter lagi. Dan seterusnya. Itu namanya PRADAKSINA. Tapi kita hanya foto foto saja dengan segala kenarsisan kita. Hahaha. Wah , panas sekali cuaca siang ini, untung bawa payung.. kita naik dan ikut ikutan merogoh patung buddha yang tersembunyi dibeberapa stupa di tingkat rupadhatu. Untuk tingkat bawah tadi namanya kamadhatu, dan diatas sendiri ada the biggest stupa. Disini istilahnya arupadhatu. Tak kirain stupa gede ini bisa dimasukin. Tenyata tidaaaak.

Wah, kita capek, lalu turun aja lewat pintu utara. Kita hendak mengembalikan payung. Tapi harus muter ke pintu timur lagi donk. Edan kesel tenan! Dan ternyata orange nggak ada disitu. Wah, jan.. akhire teko dikasihkan kepada sesama orang petugas sewa payung. Dan setelah itu kita ke parkirannya Hotel Manohara lalu melanjutkan perjalanan. Waktu menunjukkan hampir pukul 14.00 dan melewati Kota Mungkid lagi yang agak agak mungkir gitu. Wahaha… dan akhirnya sampai di sebuah pom bensin. Namanya POM BANAR Kota Mungkid. Hamid isi bensin, lalu kita sholat dhuhur dimusholla nya sekalian. Disana habis shalat kita beli air minum dingin yang bila diminum terasa sangat menyegerkan badan, pikiran, dan semangat! Ok, lanjut perjalanan melewati kalinegoro lalu ke Kota Magelang lagi. Hamid memberitahuku sekolahnya waktu SMK dulu. SMK Negeri 1 Magelang. Edan, gede banget sekolahnya. Bertaraf Internasional pula. Dan mungkin juga Bertarif Internasional. Katanya satu angkatan ada 15 kelas. Terus melewati kompleks Markas Besar Akademi Militer Angkatan Darat dan pemakaman umum Giriloyo yang buat mengebumikan artis suzanna. Dari situ aku diajak melalui Taman Kyai Langgeng. Ternyata kayak di owabong, ada pesawat ndongkrok disitu buat wahana rekreasi. Hehe, terus ada SMA 1, lalu Skylight Plaza, plaza yang begitu sepi. Dan eh ternyata sudah sampai alon alon lagi.

Aku diajak Hamid makan siang di Trio Plaza. Di kafetaria Lantai 2. Disitu makan nasi sama bakso, sama mie goreng, lalu hamid sama pare terus sama ikan asin. Aku minum es jeruk, dan hamid minum freshtea. Kita duduk dipojok dengan nomor meja 48, terus nunggu anteran minum lama mampus! Sampe nasinya udah mau habis. Dari sini bisa aku lihat gereja tua yang namanya Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat. Terus ternyata hujan deres. Minum dianter dan aku minta masnya memfoto kita. Hehehe.

Selesai makan, masih agak gerimis dan kita memutuskan untuk menunggu beberapa waktu. Akhirnya jam 15.00 hujan reda, kita turun. di sebelah Trio Plaza itu ada Gereja tua dan melanjutkan perjalanan ke halte. Melewati sekolah sekolah SMP N 4, SMP N 1, terus taman badakan yang ada patung patung hewan disitu, terus, Universitas Tidaaaar Magelang, terus aku diajak ke sekolah tempat PPL Panggih. SMK Bhakti Karya. Hihihi, berfoto sebentar lalu ke warnet. Cendela net. Pinjem kabel data buat mindahin foto foto ke Flashdisk ku. Ok, kira kira 35 menit kita diwarnet lalu sudah, kita keluar ke Halte. Ternyata dihalte itu bus patas Semarang nggak mau di STOP. Yaudah akhirnya berdasar rekomendasi orang yang nongkrong di Halte aku beli tiket dan ternyata udah habis. Yah, tinggal kursi cadangan. Ya ampun…. Agak kesedihan nggak sih? Aku beli roti unyil satu nya seribuan, beli 6. Hamid tak kasih nggak mau, kayaknya face dia udah nggak tenang. Dia bilang dia ada janji sama temen temennya. Kasian juga ya. Sampai jam 17.10, akhirnya bus datang. Aku naik dibelakang lalu jejer dengan seorang bapak bapak yang menyebalkan. Aku itu capek. Pengen istirahat dan mendengarkan musik. Tapi ni bapak sok sokan ngajak ngobrol tentang purbalingga. Asem asem. Dan sial, ternyata temen temenku nggak ada yang bisa jemput aku! Aku mulai resah dan gelisah. Akhirnya aku putuskan untuk turun di Secang, dan berharap Panggih menjemputku. Ternyata helmku ketinggalan di bus! Aku berlari dan untung masih bisa diselamatkan helm kenang kenangan ke kudus itu. Hufft.

Aku menunggu Panggih dan banyak pengamen dengan muka muka agak menakutkan sedikit menggodaku, namun karena hujan jadi tempatnya agak rame. Hamid meneleponku. Dia sepertinya agak khawatir denganku. Namun aku meyakinkannya bahwa semuanya akan baik baik saja. Kemudian, setelah sekitar setengah jam menunggu, Panggih datang dengan motor Mio pinjaman dengan pake mantel karena hujan. Sepertinya dia kangen banget sama aku, dia langsung cubit pipiku waktu pertama kali ketemu aku setelah sekian lama tak berjumpa. Haha. Kita naik motor kembali ke Magelang. Dijalan, kita ngobrol ngobrol soal pertemuan yang konyol ini dan di Pom Diponegoro mampir di ATM buat ambil uang. Lalu mampir di Indomaret buat beli sikat gigi, pasta gigi, dan keperluan lain. Aku diajak ke kosan Panggih di depan SMA 4 Magelang. Di belakang click.net. ada di lantai dua. Huh.. makan nasi goreng yang nunggunya sampe seabad kemudian dilanjutkan ngobrol ngobrol dengan Panggih. Dia cerita tentang cewenya yang juga anak didiknya itu yang katanya mau dijodohkan dengan cowok lain. Hiks hiks hiks..

Waktu menunjukkan hampir jam 21.00 Hamid sms aku katanya dia mau kesini. Dan aku nitip biar dia beliin aku air minum. Dan jam 21.00 Hamid sudah sampai. Aku turun lalu menghampirinya. Lalu aku ajak naik dan aku kenalkan sama Panggih dan temennya. Habis itu kita mengobrol di balkon yang darisitu bisa melihat pemandangan Bandongan. Setelah beberapa waktu panggih dan temennya juga ikut kumpul. Dan jam 22.00 Hamid pulang dan aku sudah siap untuk istirahat malam ini. Aku tidur bertiga dengan Panggih dan temennya. Dan aku berusaha menjaga biar mereka tidak usil. Hahaha.

---

Pagi jam 5.45 aku tebangun, aku bahkan tidak dengar ada sms dari Hamid. Lalu antri mandi, jam 06.45 aku sudah siap dan menunggu Hamid datang. Dan jam 07.00 Hamid datang. Hamid pake celana kerja yang ada sedikit lubang kena setrika, terus pake baju hem panjang warna pink, dan sepatu kerja warna cokelat. Baru kali ini lihat Hamid kayak gitu. hehehe, terus kita langsung go on, melewati Akmil, lalu lewat kantor Pemkot Magelang, lalu sampai di terminal Tidar lagi. Disitu nunggu bis Patas nggak dateng dateng, akhirnya aku putuskan naik bus ekonomi jam 07.30. Setelah say goodbye sama Hamid, aku naik bus dan bus melaju. Aku capek sekali sehingga aku ketiduran.

Akhirnya sampe juga di Ungaran. Aku turun lalu dijemput sama Izul. Habis itu beli bahan masakan, sampe kost langsung mandi, masak, main game, terus tidur…

Liburan yang begitu apa apaan di Magelang… :)


- Written by Hamid Anwar


4 comments:

  1. Hahaha, saya suka bro. Apalagi ada nama gumbingan nyempil disana,.

    ReplyDelete
  2. @ Jangkrik..

    terimakasih bro,,,

    atas kesediaan membaca dan mengapresiasi blog saya,,
    terlebih atas komentar yang ditinggalkan,,

    salam hangat selalu yaaa

    ReplyDelete
  3. baru dengar istilah gumbingan lhoo pdhl asli magelang jg

    ReplyDelete
  4. @Sylvie :

    Hehehe.. kalo mau makan, dateng aja ke Pabelan III, belakang pondok pesantren. Disitu banyak yang jual gumbingan. Oke

    makasih ya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...