Tuesday, January 11, 2011

Tour de Pekalongan, 31 Des 2010 - 1 Jan 2011 PART I

PART I
Hari hari terakhir ini aku sibuk dengan urusanku di Ungaran, Kabupaten Semarang yang mengharuskan aku untuk bolak balik Ungaran – Magelang tiap hari. Sudah sejak hari Senin sampai kamis aku menjalaninya. Dan akhirnya datanglah hari yang aku tunggu tunggu, hari Jumat tanggal 31 Desember 2010.

Pagi hari terakhir di tahun 2010, aku bangun pukul 5 pagi lalu menyiapkan bekalku dan sekitar jam 6 pagi aku berangkat dengan smashku. Aku melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan yang biasa aku tempuh dan yang mungkin aku sudah sangat hafal medannya. Melewati Magelang – Secang (di Pom Secang aku full tanki bensinku Rp. 17.000)– Pringsurat – Bedono – Jambu – Ambarawa – Bawen – Karangjati – Ungaran dan sampailah di Unnes.

Sampai sana jam 8.10, aku mendapati Rina sedang siap siap dan dia belum sarapan pagi, jadi aku diminta masakin mie instan buat dia. Dan akhirnya tersajilah mie instan buatan Hamid. habis itu aku nunggu Rina makan bentar, lalu dia siap siap tas ransel dan kita siap untuk go on. Jam 8.45 kita berangkat melewati Sampangan – Pamularsih – lalu lewat sebuah gang yang nembus ke Jalan Siliwangi, kata Rina sih untuk menghindari bangjo bunderan Kalibanteng gitu. nah, dari situ aku benar benar baru pertama kali lewat. Kita melaju melewati jalur pantura dan sampailah di terminal Mangkang. Ternyata disitu ada Taman Margasatwa Semarang yang aku baru tau. Hehe. Habis itu langsung sudah masuk ke Kabupaten Kendal. Kita melaju dengan kecepatan 70 km/jam karena perjalanan lumayan sepi. Habis itu ada sebuah pertigaan dan Rina bilang ambil kiri melewati Kota Kaliwungu. Jalannya lumayan kurang nyaman dan lalu sampailah di kota Kaliwungu. Disitu juga ada pasar dan alon alonnya. Terus disana juga ada dokar dengan model yang sama dengan di Boja seperti waktu aku tour sama Rina ke Curug Sewu.

Setelah Kaliwungu, langsung sudah ada tulisan masuk ke Kota Kendal yang memiliki slogan BERIBADAT. Di sana ternyata lagi bangun Kendal Square. Tapi pas perjalanan masuk kota ini aku tidak lihat alon alonnya. Dan habis itu langsung sudah keluar kota dan menemui Kecamatan Cepiring. Yang khas adalah adanya pabrik gula dengan cerobong asap yang berdiri kokoh tertulis tahun 1835. Sudah tua juga ya ternyata. Cepiring sudah selesai, lalu masuk ke Kecamatan Patebon. Ternyata disini adalah rumahnya mantannya Rina. Hehe.. perjalanan habis Patebon lumayan menyenangkan. Di pinggir jalan terhampar sawah hijau dan beberapa kali terlihat sekelumit perkampungan. Jalannya juga mulus sehingga aku bisa menggeber smash hingga 110 km/jam sambil menikmati pelukan Rina dari belakang. Haha.

Ada pertigaan, yang kiri menuju ke Weleri Kota/ Sukorejo/ Temanggung. Disitu ada sebuah monumen nelayan. Dan kita ambil kanan. Perjalanan di Kabupaten Kendal sudah berakhir dan akhirnya setelah sebuah jembatan kita memasuki Kabupaten Batang. Disana tidak ada tugu selamat datang yang besar. Hanya sebuah tugu dari besi kecil di tengah jalan bertuliskan SELAMAT DATANG KABUPATEN BATANG. Langsung sudah otomatis memasuki kecamatan Gringsing. Disitu banyak warung warung ayam goreng. Dan ada sebuah Restoran besar namanya Sari Rasa (tapi aku lupa, sudah masuk Batang apa belum).

Beberapa saat melaju, ada sebuah pertigaan, yang harusnya ke kanan, aku malah ambil kiri. Disana tidak ada petunjuk jalan. Akhirnya aku ambil kiri dengan melaju di atas konstruksi beton. Harus agak hati hati. Di kiri kanan terhampar perkebunan jati. Disana sangat sedikit mobil yang lewat atau berpapasan. Motor hanya bisa dihitung dengan jari. Aku mulai takut dan agak nggak enak. Rina juga diem aja. Dia juga agak panic takut kesasar. Dan disitu juga sangat sedikit ada kehidupan umat manusia. Parahnya lagi, jalanan sepi ini benar benar panjang dan sepi. Sampai aku menemui sebuah plang bertuliskan JALAN LINGKAR SELATAN BARU sehingga aku menyimpulkan bahwa ini memang jalan lingkar yang baru dibangun. Dan tidak lama kemudian kita menemukan sebuah pertigaan dan akhirnya Rina bisa berkata kata lagi setelah sekitar 10 menit diem terus. Hehe, aku sampai ikut ikutan panic. Wakaka

Disitu ternyata memang jalan yang kita lewati agak sedikit lebih panjang dan sepi. Merupakan jalan tembusan. Setelah itu ada sebuah pom bensin dan aku berhenti sebentar untuk ngecek bensin. Ternyata masih cukup untuk ke 2 pom selanjutnya. Perjalanan sudah mulai menanjak dan menurun dan dikiri kanan terhampar perkebunan Jati. Kita melewati daerah Limpung. Rina menunjukkan terminal Banyuputih dimana dia dulu turun bus waktu dia dulu KKN. Terus juga menunjukkan bahwa disana disepanjang jalan banyak banner sate empuk Subali dan dia juga agak agak penasaran. Rina bilang disitu namanya Alas Roban. Aku malah baru nyadar dan malah agak nggak percaya. Habis itu, kita melewati kecamatan Clapar, perjalanan masih seperti biasa menembus hutan jati yang di beberapa tempat dijadikan tempat istirahat atau REST AREA.

Setelah kecamatan Clapar, saatnya kecamatan Subah dan nggak lama kemudian Kecamatan Tulis. Disitu ada banyak penjual duren di pinggir jalan, dan bahkan Rina juga hafal bahwa nanti kita juga melewati sebuah patung duren. Hahaha.. dan begitu sampai difoto lah patung duren itu. Akhirnya kita masuk kota Batang. BATANG BERKEMBANG. Disana aku istirahat sebentar dan Rina pergi ke Toilet. Sementara aku juga istirahat dan berbincang bincang dengan seorang pemuda dengan motor plat Kabupaten Magelang. Ternyata dia dari Secang mau ke Pakalongan. Rina malah bilang “kenapa ya orang orang magelang suka tahun baruan di Pekalongan?” hahahahahaha…..

Di pom bensin ini aku kembali mengefull tank bensinku Rp. 12.000. habis itu langsung masuk kota Batang dan menemukan sebuah hotel yang agak recommended di internet. Sendang Sari. Masuk kota, lalu melewati Pasar Batang dan Alun Alun Batang yang malamnya akan ada perhelatan tahun baru sehingga banyak penjual terompet. Di sebelah selatan alun alun ada kantor bupati. Lalu di sebelah barat ada masjid. Keluar alun alun, kembali mengikuti rute ke Pekalongan dan melihat bus Coyo yang menjadi tersangka pengotoran mukanya Rina. Hahaha.. di Batang juga ada hutan kota dan aku nggak tau kenapa habis kota Batang berakhir ternyata sudah masuk Kota Pekalongan. Tak kirain habis Kota Batang masih melewati daerah sepi. Ternyata tidak.

SELAMAT DATANG PEKALONGAN KOTA BATIK. Begitu tulisan yang ada disebuah papan. Dan kita melewati Jl. Dr. Sutomo. Dikiri jalan ada Hotel Green Mandarin dan kompleks DUPAN SQUARE. Kayaknya juga ada mallnya. Di kanan jalan ada Pasar Grosir Batik Setono. Beberapa waktu melewati jalan itu, akhirnya aku lihat sebuah pertigaan kanan Jl. A. Yani. Jalannya kecil. Aku ikut jalan itu karena ternyata jalan itu masuk ke Kota. Walaupun agak sepi. Nggak lama kemudian, sudah nembus ke daerah Hotel Nirwana, salah satu hotel recommended di internet. Habis itu aku memang terus terang bingung dan tahu tahu sudah sampai salah satu perempata dengan bangjo dimana tidak boleh lurus. Disitu harus belok kiri. Ternyata habis belok kiri, disitu sudah ada Pekalongan Plaza. Yaitu Mal di Alon Alon Pekalongan. Wah ternyata gede juga mallnya. Ada hypermart, Matahari, dan CFC. Disana juga ada videotron dengan sedikit sentuhan batik Pekalongan. Muter dan lalu sampailah di parkiran Masjid Jami Pekalongan. Aku parkir motor saat jam menunjukkan pukul 11.20. sebentar lagi shalat Jumat. Kita lalu ke alon alon melepas lelah dan Rina makan buah per yang dia bawa dari rumah. Habis makan per, aku siap siap untuk jumatan sementara Rina tak suruh nunggu aku di alon alon. Dideket seorang penjual minuman. Aku mengambil air wudhu dan melihat ornament ornament mesjid sini yang ternyata didesain dengan banyak pintu. Aku duduk di barisan terdepan serambi masjid dan melihat interior bangunan dalam masjid. Sementara pak khotib berkhotbah dengan tema tahun baru sambil mendengarkan aku melihat lihat gaya masjid ini yang begitu besar dan luas.

Waktu terus berjalan akhirnya aku selesai jumatan pukul 12.25, lalu menghampiri Rina yang menunjukkan hasil foto fotonya selama aku jumatan. Aku heran ternyata disana orang jumatan sampai alon alon. Dibawah pohon, di trotoar dan lain lain. Hal yang di magelang nggak ada. Lalu Rina juga bilang kalo disana banyak sepeda dengan kranjang item didepan bawah stang. Hehehe. Habis itu, aku ganti sepatu yang tadi tak lepas selama aku jumatan lalu kita jalan lewat alun alun bagian selatan untuk mencari makan. Disana banyak penjual makanan, rata rata sih bakso sama mie ayam. Dan di sudut sudut alon alon ternyata ada pohon beringin dan pasti ada tempat potong rambut dibawah pohon beringin tersebut. Mencari Nasi Megono, akhirnya kita sampe di Warung Bu Anis. Yang lokasinya terletak di sebelah tenggara alon alon. Di depannya tertulis MEGONO, GARANG ASEM, dll. Akhirnya aku masuk dan tanya megono, tapi udah habis. Yaudah akhirnya aku agak agak gugup sehingga aku sama Rina jadinya makan Kluban Botok + Telur goreng ditambah es teh. Setelah makan selesai menuju kasir yang merangkap menjadi pramu saji dan membayar Rp. 12.000 untuk dua porsi makan siang kita.

Makan siang telah usai, saatnya kembali ke parkiran masjid. Di sebelah selatan alon alon namanya Jalan Nusantara. Ternyata dulu disitu adalah kompleks Setda Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sekarang sudah di pindah ke Kajen. Dari sana menuju ke masjid dan tertulis di depan masjid kata YASMAJA (Yayasan Masjid Jami) dan waktu itu aku mendengar Rina bergumam “Ya Sama Aja” sampai aku kegelian mendengarnya dan aku ketawa lepas sekali menuju parkiran. Hahahaha..

Parkir bayar Rp. 1000 lalu kita langsung go on menuju ke arah yang sebelumnya juga kita nggak tau mau kemana. Tujuanku kali ini adalah mencari Jl. Hayam Wuruk. Kita ke utara, ketemu perempatan, lalu lurus namanya Jl. Hasanuddin, maju lagi, ketemu sebuah supermarket namanya Borobudur Dept. Store. Ternyata itu ada di Pasar Banjarsari. Dan sebelahnya ada Giant di Mal Pekalongan. Lokasinya di Jl. Sultan Agung. Habis itu ketemu sebuah jembatan, darisana aku ambil ke bundaran, lalu ambil sebuah jalan yang agak sepi. Waktu itu aku bingung dan menganggap aku melaju ke arah selatan. Padahal sebenernya aku melaju ke utara. Pantesan malah sampai di TPI Pekalongan, sebelum itu ambil belok kiri. Rina katanya tau tempat ini. Dan akhirnya lewat Jl. Tentara Pelajar nembus di STAIN Pekalongan. Rina cerita kalau dulu dia pernah diajak pacarnya sampai situ. Sebelum jalannya habis, masuk sebuah gang dan sebenernya aku juga bingung. Lalu melaju tiba tiba sudah sampai di sebuah jalan yang kalau ke kanan itu ke arah Pemkot. Jalan melalui situ dan aku lupa tiba tiba sudah sampai Jl. Gajah Mada. Disana aku sepertinya sudah mulai ngeh. Kita salah. Akhirnya setelah tanya dengan seseorang, kita di kasih tau Jl. Hayam Wuruk. Kita harus putar balik, melalui Sri Ratu, muter, lalu ambil kiri. Ternyata benar. Disana sudah sampai Jl. Hayam Wuruk.

Ada Hotel Sari Dewi, lalu ternyata Jl. Hayam Wuruk itu satu arah. Lurus terus sehingga akhirnya menemukan juga tempat yang kita tuju. Dirumah teman berinisial SP. J akhirnya kita masuk ke tempat istirahat dan istirahat sejenak sementara waktu menunjukkan pukul 14.00
PART II

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...