Tuesday, January 11, 2011

Tour de Pekalongan, 31 Des 2010 - 1 Jan 2011 PART I

PART I
Hari hari terakhir ini aku sibuk dengan urusanku di Ungaran, Kabupaten Semarang yang mengharuskan aku untuk bolak balik Ungaran – Magelang tiap hari. Sudah sejak hari Senin sampai kamis aku menjalaninya. Dan akhirnya datanglah hari yang aku tunggu tunggu, hari Jumat tanggal 31 Desember 2010.

Pagi hari terakhir di tahun 2010, aku bangun pukul 5 pagi lalu menyiapkan bekalku dan sekitar jam 6 pagi aku berangkat dengan smashku. Aku melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan yang biasa aku tempuh dan yang mungkin aku sudah sangat hafal medannya. Melewati Magelang – Secang (di Pom Secang aku full tanki bensinku Rp. 17.000)– Pringsurat – Bedono – Jambu – Ambarawa – Bawen – Karangjati – Ungaran dan sampailah di Unnes.

Sampai sana jam 8.10, aku mendapati Rina sedang siap siap dan dia belum sarapan pagi, jadi aku diminta masakin mie instan buat dia. Dan akhirnya tersajilah mie instan buatan Hamid. habis itu aku nunggu Rina makan bentar, lalu dia siap siap tas ransel dan kita siap untuk go on. Jam 8.45 kita berangkat melewati Sampangan – Pamularsih – lalu lewat sebuah gang yang nembus ke Jalan Siliwangi, kata Rina sih untuk menghindari bangjo bunderan Kalibanteng gitu. nah, dari situ aku benar benar baru pertama kali lewat. Kita melaju melewati jalur pantura dan sampailah di terminal Mangkang. Ternyata disitu ada Taman Margasatwa Semarang yang aku baru tau. Hehe. Habis itu langsung sudah masuk ke Kabupaten Kendal. Kita melaju dengan kecepatan 70 km/jam karena perjalanan lumayan sepi. Habis itu ada sebuah pertigaan dan Rina bilang ambil kiri melewati Kota Kaliwungu. Jalannya lumayan kurang nyaman dan lalu sampailah di kota Kaliwungu. Disitu juga ada pasar dan alon alonnya. Terus disana juga ada dokar dengan model yang sama dengan di Boja seperti waktu aku tour sama Rina ke Curug Sewu.

Setelah Kaliwungu, langsung sudah ada tulisan masuk ke Kota Kendal yang memiliki slogan BERIBADAT. Di sana ternyata lagi bangun Kendal Square. Tapi pas perjalanan masuk kota ini aku tidak lihat alon alonnya. Dan habis itu langsung sudah keluar kota dan menemui Kecamatan Cepiring. Yang khas adalah adanya pabrik gula dengan cerobong asap yang berdiri kokoh tertulis tahun 1835. Sudah tua juga ya ternyata. Cepiring sudah selesai, lalu masuk ke Kecamatan Patebon. Ternyata disini adalah rumahnya mantannya Rina. Hehe.. perjalanan habis Patebon lumayan menyenangkan. Di pinggir jalan terhampar sawah hijau dan beberapa kali terlihat sekelumit perkampungan. Jalannya juga mulus sehingga aku bisa menggeber smash hingga 110 km/jam sambil menikmati pelukan Rina dari belakang. Haha.

Ada pertigaan, yang kiri menuju ke Weleri Kota/ Sukorejo/ Temanggung. Disitu ada sebuah monumen nelayan. Dan kita ambil kanan. Perjalanan di Kabupaten Kendal sudah berakhir dan akhirnya setelah sebuah jembatan kita memasuki Kabupaten Batang. Disana tidak ada tugu selamat datang yang besar. Hanya sebuah tugu dari besi kecil di tengah jalan bertuliskan SELAMAT DATANG KABUPATEN BATANG. Langsung sudah otomatis memasuki kecamatan Gringsing. Disitu banyak warung warung ayam goreng. Dan ada sebuah Restoran besar namanya Sari Rasa (tapi aku lupa, sudah masuk Batang apa belum).

Beberapa saat melaju, ada sebuah pertigaan, yang harusnya ke kanan, aku malah ambil kiri. Disana tidak ada petunjuk jalan. Akhirnya aku ambil kiri dengan melaju di atas konstruksi beton. Harus agak hati hati. Di kiri kanan terhampar perkebunan jati. Disana sangat sedikit mobil yang lewat atau berpapasan. Motor hanya bisa dihitung dengan jari. Aku mulai takut dan agak nggak enak. Rina juga diem aja. Dia juga agak panic takut kesasar. Dan disitu juga sangat sedikit ada kehidupan umat manusia. Parahnya lagi, jalanan sepi ini benar benar panjang dan sepi. Sampai aku menemui sebuah plang bertuliskan JALAN LINGKAR SELATAN BARU sehingga aku menyimpulkan bahwa ini memang jalan lingkar yang baru dibangun. Dan tidak lama kemudian kita menemukan sebuah pertigaan dan akhirnya Rina bisa berkata kata lagi setelah sekitar 10 menit diem terus. Hehe, aku sampai ikut ikutan panic. Wakaka

Disitu ternyata memang jalan yang kita lewati agak sedikit lebih panjang dan sepi. Merupakan jalan tembusan. Setelah itu ada sebuah pom bensin dan aku berhenti sebentar untuk ngecek bensin. Ternyata masih cukup untuk ke 2 pom selanjutnya. Perjalanan sudah mulai menanjak dan menurun dan dikiri kanan terhampar perkebunan Jati. Kita melewati daerah Limpung. Rina menunjukkan terminal Banyuputih dimana dia dulu turun bus waktu dia dulu KKN. Terus juga menunjukkan bahwa disana disepanjang jalan banyak banner sate empuk Subali dan dia juga agak agak penasaran. Rina bilang disitu namanya Alas Roban. Aku malah baru nyadar dan malah agak nggak percaya. Habis itu, kita melewati kecamatan Clapar, perjalanan masih seperti biasa menembus hutan jati yang di beberapa tempat dijadikan tempat istirahat atau REST AREA.

Setelah kecamatan Clapar, saatnya kecamatan Subah dan nggak lama kemudian Kecamatan Tulis. Disitu ada banyak penjual duren di pinggir jalan, dan bahkan Rina juga hafal bahwa nanti kita juga melewati sebuah patung duren. Hahaha.. dan begitu sampai difoto lah patung duren itu. Akhirnya kita masuk kota Batang. BATANG BERKEMBANG. Disana aku istirahat sebentar dan Rina pergi ke Toilet. Sementara aku juga istirahat dan berbincang bincang dengan seorang pemuda dengan motor plat Kabupaten Magelang. Ternyata dia dari Secang mau ke Pakalongan. Rina malah bilang “kenapa ya orang orang magelang suka tahun baruan di Pekalongan?” hahahahahaha…..

Di pom bensin ini aku kembali mengefull tank bensinku Rp. 12.000. habis itu langsung masuk kota Batang dan menemukan sebuah hotel yang agak recommended di internet. Sendang Sari. Masuk kota, lalu melewati Pasar Batang dan Alun Alun Batang yang malamnya akan ada perhelatan tahun baru sehingga banyak penjual terompet. Di sebelah selatan alun alun ada kantor bupati. Lalu di sebelah barat ada masjid. Keluar alun alun, kembali mengikuti rute ke Pekalongan dan melihat bus Coyo yang menjadi tersangka pengotoran mukanya Rina. Hahaha.. di Batang juga ada hutan kota dan aku nggak tau kenapa habis kota Batang berakhir ternyata sudah masuk Kota Pekalongan. Tak kirain habis Kota Batang masih melewati daerah sepi. Ternyata tidak.

SELAMAT DATANG PEKALONGAN KOTA BATIK. Begitu tulisan yang ada disebuah papan. Dan kita melewati Jl. Dr. Sutomo. Dikiri jalan ada Hotel Green Mandarin dan kompleks DUPAN SQUARE. Kayaknya juga ada mallnya. Di kanan jalan ada Pasar Grosir Batik Setono. Beberapa waktu melewati jalan itu, akhirnya aku lihat sebuah pertigaan kanan Jl. A. Yani. Jalannya kecil. Aku ikut jalan itu karena ternyata jalan itu masuk ke Kota. Walaupun agak sepi. Nggak lama kemudian, sudah nembus ke daerah Hotel Nirwana, salah satu hotel recommended di internet. Habis itu aku memang terus terang bingung dan tahu tahu sudah sampai salah satu perempata dengan bangjo dimana tidak boleh lurus. Disitu harus belok kiri. Ternyata habis belok kiri, disitu sudah ada Pekalongan Plaza. Yaitu Mal di Alon Alon Pekalongan. Wah ternyata gede juga mallnya. Ada hypermart, Matahari, dan CFC. Disana juga ada videotron dengan sedikit sentuhan batik Pekalongan. Muter dan lalu sampailah di parkiran Masjid Jami Pekalongan. Aku parkir motor saat jam menunjukkan pukul 11.20. sebentar lagi shalat Jumat. Kita lalu ke alon alon melepas lelah dan Rina makan buah per yang dia bawa dari rumah. Habis makan per, aku siap siap untuk jumatan sementara Rina tak suruh nunggu aku di alon alon. Dideket seorang penjual minuman. Aku mengambil air wudhu dan melihat ornament ornament mesjid sini yang ternyata didesain dengan banyak pintu. Aku duduk di barisan terdepan serambi masjid dan melihat interior bangunan dalam masjid. Sementara pak khotib berkhotbah dengan tema tahun baru sambil mendengarkan aku melihat lihat gaya masjid ini yang begitu besar dan luas.

Waktu terus berjalan akhirnya aku selesai jumatan pukul 12.25, lalu menghampiri Rina yang menunjukkan hasil foto fotonya selama aku jumatan. Aku heran ternyata disana orang jumatan sampai alon alon. Dibawah pohon, di trotoar dan lain lain. Hal yang di magelang nggak ada. Lalu Rina juga bilang kalo disana banyak sepeda dengan kranjang item didepan bawah stang. Hehehe. Habis itu, aku ganti sepatu yang tadi tak lepas selama aku jumatan lalu kita jalan lewat alun alun bagian selatan untuk mencari makan. Disana banyak penjual makanan, rata rata sih bakso sama mie ayam. Dan di sudut sudut alon alon ternyata ada pohon beringin dan pasti ada tempat potong rambut dibawah pohon beringin tersebut. Mencari Nasi Megono, akhirnya kita sampe di Warung Bu Anis. Yang lokasinya terletak di sebelah tenggara alon alon. Di depannya tertulis MEGONO, GARANG ASEM, dll. Akhirnya aku masuk dan tanya megono, tapi udah habis. Yaudah akhirnya aku agak agak gugup sehingga aku sama Rina jadinya makan Kluban Botok + Telur goreng ditambah es teh. Setelah makan selesai menuju kasir yang merangkap menjadi pramu saji dan membayar Rp. 12.000 untuk dua porsi makan siang kita.

Makan siang telah usai, saatnya kembali ke parkiran masjid. Di sebelah selatan alon alon namanya Jalan Nusantara. Ternyata dulu disitu adalah kompleks Setda Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sekarang sudah di pindah ke Kajen. Dari sana menuju ke masjid dan tertulis di depan masjid kata YASMAJA (Yayasan Masjid Jami) dan waktu itu aku mendengar Rina bergumam “Ya Sama Aja” sampai aku kegelian mendengarnya dan aku ketawa lepas sekali menuju parkiran. Hahahaha..

Parkir bayar Rp. 1000 lalu kita langsung go on menuju ke arah yang sebelumnya juga kita nggak tau mau kemana. Tujuanku kali ini adalah mencari Jl. Hayam Wuruk. Kita ke utara, ketemu perempatan, lalu lurus namanya Jl. Hasanuddin, maju lagi, ketemu sebuah supermarket namanya Borobudur Dept. Store. Ternyata itu ada di Pasar Banjarsari. Dan sebelahnya ada Giant di Mal Pekalongan. Lokasinya di Jl. Sultan Agung. Habis itu ketemu sebuah jembatan, darisana aku ambil ke bundaran, lalu ambil sebuah jalan yang agak sepi. Waktu itu aku bingung dan menganggap aku melaju ke arah selatan. Padahal sebenernya aku melaju ke utara. Pantesan malah sampai di TPI Pekalongan, sebelum itu ambil belok kiri. Rina katanya tau tempat ini. Dan akhirnya lewat Jl. Tentara Pelajar nembus di STAIN Pekalongan. Rina cerita kalau dulu dia pernah diajak pacarnya sampai situ. Sebelum jalannya habis, masuk sebuah gang dan sebenernya aku juga bingung. Lalu melaju tiba tiba sudah sampai di sebuah jalan yang kalau ke kanan itu ke arah Pemkot. Jalan melalui situ dan aku lupa tiba tiba sudah sampai Jl. Gajah Mada. Disana aku sepertinya sudah mulai ngeh. Kita salah. Akhirnya setelah tanya dengan seseorang, kita di kasih tau Jl. Hayam Wuruk. Kita harus putar balik, melalui Sri Ratu, muter, lalu ambil kiri. Ternyata benar. Disana sudah sampai Jl. Hayam Wuruk.

Ada Hotel Sari Dewi, lalu ternyata Jl. Hayam Wuruk itu satu arah. Lurus terus sehingga akhirnya menemukan juga tempat yang kita tuju. Dirumah teman berinisial SP. J akhirnya kita masuk ke tempat istirahat dan istirahat sejenak sementara waktu menunjukkan pukul 14.00
PART II Read More..

Saturday, January 8, 2011

Stasiun Tuntang







Rabu, 5 Januari 2011, sehabis dari tempat pacarku, aku mampir di Stasiun Tuntang.
Berbincang bincang dengan kepala stasiun Bp. Maryono membahas tentang renncana pembangunan rute kereta wisata Ambarawa - Kedungjati yang melewati Stasiun Tuntang. Read More..

Sunday, January 2, 2011

Tour de Pekalongan, 31 Des 2010 - 1 Januari 2011 PART II

PART II
Setelah beristirahat sejenak ternyata masih pengen istirahat hingga sore sekitar jam 16 kita baru keluar untuk ke Pantai Pasir Kencana.

Ok, perjalanan menyusuri Jl. Hayam Wuruk, lalu belok kiri yang Jalan terus itu, Hasanuddin, Sultan Agung, lalu sudah sampai jembatan, bunderan kantor pos dan lurus mengikuti jalan yang tadi aku kesasar. Hehe. Sampai di sebuah perusahaan namanya Blue Sea. Terus malah sampai di kayak kantor TPI gitu. Bingung, tanya orang ternyata kita kebablasan dikit. Maklum gerbang wisata ternyata tertutup sebuah spanduk bahwa tanggal 1 Januari aka nada perhelatan dangdut di kawasan pasir kencana. Setelah tanya, ternyata kita benar. Kita sudah sampai di Pantai Pasir Kencana, parkir motor sebentar lalu ternyata kameraku habis batre. akhirnya sementara pake hape rina dulu. Kita lihat lihat sekeliling dan aku pengen ganti celana pendek. Terus ke sebuah toilet dan ganti celana disitu. Setelah ganti celana pendek aktivitas terasa semakin lancar. Kita menuju ke sebuah taman margasatwa dengan koleksi antara lain beruang madu, kera, burung elang, landak, merak, dan lain lain. Lalu kita kembali ke pantai lagi untuk berfoto foto. Dan sempat juga minta difotoin sama mbak mbak yang kebetulan lewat situ. Habis foto foto, kita ke taman dan melihat beberapa anak sedang main main, terus ada juga semacem kayak wahana outbond gitu. terus sampe pengen jajan dan akhirnya jajan bakso deh. Berdua Rp. 14.000. habis makan bakso terus udah mendung, jadi kita pulang ke Jl. Hayam Wuruk. Perjalanan darisana, kita muter lewat alon alon terus mampir ke alfamart alon alon untuk beli beberapa cemilan dan Rina juga beli pulsa. Darisitu, kita melewati sebuah gang dan sebenernya juga agak bingung sampai akhirnya nggak terasa sudah nembus di Jl. Hayam Wuruk.

Rasanya lelah sekali, habis itu mandi, shalat maghrib, shalat isak lalu istirahat.

Kita mengobrol ngobrol banyak dan ternyata habis isak malah hujan, jadi kita males mau keluar. Dan sempet ada sedikit kecelakaan yang mengharuskan aku membeli obat di Apotek Asli Rp. 28.000. Akhirnya nunggu jam 11 malam aja sekalian untuk makan dan tahun baruan. Tapi ternyata juga masih hujan. Akhirnya kita tidak jadi malam tahun baruan karena masih hujan dan Rina juga sedang nggak enak badan.

1 Januari 2011

Happy Nu Year.

Pagi pagi di Kota Pekalongan, kita bangun jam 5.45, lalu siap siap dan Rina tak suruh make kaos Fingertec yang warna item punyaku sementara aku memakai kaos kerah omron warna kuning. Pagi ini kita hendak jalan jalan mengitari sebagian Kota Pekalongan. Perjalanan dimulai dari Jl. Hayam Wuruk, lalu ada sebuah gang yang ada grafitinya batik. Nice picture isn’t it? Terus disana juga ternyata ada semacam kampung batik. Kampung batik kauman gitu. jalan ke timur sampe sebuah perempatan, kita ke kanan kea rah alon alon. Ternyata di alon alon nggak banyak orang main. Mungkin karena tadi malam tahun baru jadi masih pada ngantuk dan tidur. Disana rencananya aku mau jogging. Tapi kondisi tidak memungkinkan. Akhirnya kita putuskan untuk berfoto foto saja. Malah bertemu dengan seorang anak punk yang minta foto bareng dan menyebutkan slogannya anak punk “f**k off ladies”, bikin aku sama Rina ketawa. Wakaka.. foto foto di Videotron Pekalongan, lalu muter dan istirahat sejenak disebelah utara. Habis itu ada penjual sticker dan Rina beli sticker Rp. 2.500. selesai, jalan ke utara dan menemukan sebuah gedung tua, ternyata bekas bioskop RAHAYU. Dari situ ke kiri dan menemukan sebuah toko mickey mouse dan deretan pertokoan yang masih pada tutup. Kita berencana mencari makan dan bingung. Akhirnya kita memilih untuk makan sate ayam. Dan setelah di bangjo itu kita nyebrang lalu balik lagi, kita ketemu pos polisi dan foto foto sebentar, lalu makan lesehan masih dikawasan alon alon dengan menu sate ayam + lontong.
Minumnya teh manis dan air putih. Rp. 16.000 berdua.

Huh, walaupun rasanya kurang mantep tapi cukup mengenyangkan perut yang sedari tadi malam belum diisi. Setelah makan, kita kembali ke utara dan berencana muter lewat Jl. Salak. Berjalan jalan disitu melewati sebuah lorong yang agak sepi, lalu ada pertokoan apotek manjur, lalu ada toko angsa, dan ketemu sebuah perempatan di salah satu sudutnya bangunan tua yang di cat menjadi iklan XL. Dari situ belok kiri, terus menyusuri jalan salak, dan menemukan sebuah toko alat batik yang menarik hati. Waktu itu Rina hendak tak foto dengan sedikit sentuhan sepeda yang lewat, tapi pertama malah sepedanya nutupin Rina, terus setelah nunggu beberapa saat akhirnya ada sepeda lewat lagi dan sukseslah.. hehe.

Dari situ, kita bisa melihat sebuah gedung besar dengan tulisan besar 1924, mungkin dibangun tahun 1924 atau gimana aku juga nggak tau. Ternyata itu adalah kompleks sekolahan. Tapi sayang aku lupa sekolah apa namanya. Capek jalan jalan, kita memilih rehat sejenak di sebuah bangku panjang, dan foto foto. Terus dari situ bisa terlihat pertigaan jalan blimbing. Setelah cukup istirahat, melewati sebuah jembatan yang disitu ada sebuah tiang listrik yang unik. Berbentuk ikan. Wah, sepertinya ada orang yang mengikuti kita sehingga kita agak panik. Tapi ternyata nggak papa. Habis itu ada bunderan proliman, disitu ada seorang penjual terompet. Terus kita pinjem deh buat foto foto. Hahaha.. biar kelihatan temanya gitu tahun baru.

Muter menyusuri jalan pemuda, disitu ada sebuah apotek dan mampir sebentar buat beliin Rina garglin. Soalnya dia lagi radang tenggorokan. Terus menemui sebuah telepon umum dan sok sokan telepon gitu. Wah, ternyata darisitu kita bisa melihat sebuah taman. Kalo disana istilahnya THR. Aku juga nggak tau kepanjangannya apa. Ternyata disitu juga ada monumennya. MONUMEN JUANG 1945. Dan ada patung patung gitu. puas berfoto foto, terus kita mengitari SRI RATU. Wah, capek banget rasane. Terus disitu ada pos polisi pengamanan Natal dan Tahun Baru. Wah, ada peta. Lumayan buat difoto. Terus Rina juga pengen foto sama pak polisi. Hehe…

Habis itu tinggal nyebrang terus sudah sampai Jl. Hayam Wuruk lagi deh. Pagi ini, Jl. Hayam Wuruk tidak begitu rame. Terus melewati sebuah jembatan lagi dan ada mobil tua yang klaksonnya kenceng banget. Wkwkwk.. beberapa saat sebelum sampai rumah, ada orang jualan megono. Tapi berhubung kita udah makan ya udah.

Istirahat sejenak di teras, lalu mandi. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Lalu jam 10.30 kita keluar dan mengendarai motor, menuju alfamart alon alon karena Rina tadi malam isi pulsa nggak masuk. Terus penasaran sama Plaza Pekalongan. Akhirnya kita muter terus ke Plaza Pekalongan mencari parkiran. Ternyata penuh. Sampai sampai kita harus parkir di sebuah lapangan basket di sebelah selatan. Parkir bayar seribu, terus langsung masuk ke Plaza. Plaza yang luas dengan hypermart swalayan. Dilantai 2 ada banyak toko aksesoris dan ada Matahari. Kita Cuma lihat lihat saja terus keluar. Keluar, ada orang jualan ojek, beli Rp. 2000 terus take off. Sekarang kita hendak menuju ke Museum Batik. Perjalanan melewati apotek yang begitu aseli, terus melewati Mal Pekalongan, terus melewati jembatan dan akhirnya ketemu sebuah bunderan. Dan inilah Museum Batik.
Tapi sayang sekali karena itu hari libur jadi pak penjaga melakukan penutupan museum.
Walaupun agak kecewa, terpaksa kita melanjutkan perjalanan ke eks. Karesidenan Pekalongan di Jl. Pemuda.

Inilah eks. Kantor Residen Pekalongan. Gedung tua nan megah ini terlihat sangat mistis. Akhirnya kita beranikan untuk melihat lihat sekeliling walaupun disitu memang nggak ada orang selain kita berdua. Setelah bernarsis narsis, Rina kelihatannya capek sekali. Terus kita putuskan untuk mencari obyek wisata Pantai Slamaran. Muter sejenak melewati Sri Ratu, terus di kawasan bunderan Museum Batik itu ada Kantor Pos Pekalongan. Terus menyusuri Jl. Pati Unus, dan melewati daerah Krapyak. Tempat temannya Rina. Ternyata di Slamaran itu ada perumahan dan ada juga sebuah RUSUNAWA. Rumah Susun Sederhana Sewa yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Tata Ruang Kota Pekalongan. Melewati beberapa jalan yang mulai rusak karena banjir rob, terus ternyata pantai Slamaran hanya pantai biasa. Dan akhirnya kita muter karena waktu juga sudah memperlihatkan hampir pukul 12 siang. Dan juga kita hendak mencari makan siang yaitu megono. Akhirnya kita memutuskan untuk lewat alon alon lagi. Ternyata warung yang kita tuju itu warung Bu Anis tutup. Yaudah, akhirnya kita balik ke rumah lagi dan shalat dhuhur lalu istirahat sambil kemas kemas. Pukul 13.30 siang kita take off dari SP dan menuju alon alon lagi untuk pulang. Disitu di Alon alon ada sebuah warung tenda SEGO MEGONO. Dan kita mencobanya. Nasi megono+telor +gorengan+air putih berdua Rp. 12.500. akhirnya setelah kenyang, kita benar benar say goodbye to Pekalongan.

Menyusuri jalan ke arah Semarang dan tidak lama kemudian akhirnya kita menemukan pertigaan kiri jalan terus dr. Sutomo. Kita ke kiri dan meninggalkan Kota Pekalongan. Tidak lama kemudian, sudah masuk lagi ke Kabupaten Batang. Di Batang, aku isi bensin full Rp. 12.000,- terus memacu smashku melewati Jalur pantura sambil Rina memelukku dari belakang. Perjalanan yang biasa karena kita berdua capek sekali hingga terasa pengen buru buru sampai Semarang. Rina juga lagi nggak fit. Melewati daerah Batang, kita ambil kiri melewati jalan yang lama. Terus sampai di Kota Kendal, kita ambil yang kiri juga lewat pantura dimana ditengah tengah jalan ada pohon cemara yang indah dilihat. Perjalanan berlanjut tanpa ada beberapa kesan dan saran J, tapi ada sebuah masjid menara biru yang dihafalkan sama rina di daerah Kendal.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore ketika kita berhasil menuntaskan perjalanan sampai ke green house lagi. Badan terasa capek sekali dan akhirnya kita tertidur sampai sekitar pukul 6 sore. Terus aku mandi sebentar lalu beli makan sama Rina di Rocket Chicken, Rina pesen chicken steak dan aku dada goreng biasa berdua Rp. 20.500, karena aku tambah nasi 1 porsi. Hehehe..

Akhirnya jam 7 sore, walaupun dengan sedikit ngantuk, aku melajukan motorku pelan pelan kembali ke rumah. Dan dari Ungaran – Ambarawa, terus dari Secang – Rumah juga hujan deres. Akhirnya sampai rumah jam 9.30 malam….

Pekalongan in memories..



BACK TO PART I Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...