Monday, August 22, 2016

Bakso Super Jumbo Pak Mitro



 
Beberapa waktu lalu, gara-gara postingan mas Kurnianto Yoga di media sosial – yang memamerkan bakso jumbo yang dia beli di Jogja, Tika lalu menjadi kepingin makan bakso besar. Sebelumnya emang sudah kepingin sih. Tapi kalau di Ungaran, Semarang dan sekitarnya hingga kini saya belum tahu ada dimana bakso jumbo itu berada.

Daripada kejauhan pergi ke Jogja, akhirnya Tika saya rekomendasikan membeli bakso Pak Mitro di Weleri, Kendal.

Bukan hal yang mudah untuk meyakinkan Tika bahwa bakso tersebut benar-benar masih ada. Karena saya kesana sudah beberapa tahun yang lalu. Dan berdasar penelusuran di internet, masih minim informasi.

Akhirnya hari Sabtu, 13 Agustus lalu saya dan keluarga kecil bertolak ke Weleri itung itung sambil memanasi Sico. Sudah agak lama dia tidak terpakai. Kami mengambil jalur tol dan keluar di Krapyak. Seketika macet melanda. Karena ada perbaikan jalan. Tika yang masih belum tahu Weleri ada dimana nggrundel terus karena dia menganggap perjalanan ini sangat jauh.

Akhirnya kami pun sampai di Weleri. Saya pelan pelan saja mengendarai, sambil cari cari gang masuk yang bernama Jl. Dr. Sutomo itu. Nah, itu dia. Dan setelah plingak plinguk akhirnya terlihatlah sebuah warung bakso Sedep Mantep Pak Mitro.

Karena gerobaknya tertutup oleh banner, saya kira warung saat itu tutup. Eh tapi ternyata buka kok. Syukurlah.. Kelihatannya bakso disana yang super besar tidak sebesar dulu. Mungkin sebesar kepala bayi baru lahir. Yang jelas lebih besar dari bakso tennis.
 
Saya memilih Bakso Super Jumbo dan Tika memutuskan mengicipi bakso super saja. Takut nggak habis kalau sama-sama memilih yang besar.
 
Warung itu merupakan bangunan jawa jadul dengan ruangan yang luas dan beberapa meja panjang terhampar. Pengunjung cukup ramai. Di meja disediakan free air putih, beberapa kerupuk, lumpia, dan lontong.

Pesanan kami datang. Bakso jumbo dihidangkan pada mangkuk yang lebih besar dari mangkuk biasa. Penyajiannya, bakso super besar ini sudah dibelah belah dan tampaklah daging cincang di dalamnya. Bukan telur rebus seperti lainnya.
 
Bicara soal rasa, bakso ini rasanya mantep. Bumbunya terasa. Dayu pun ikutan makan baksonya. Enak, sih. Hehehe.. Dan tidak terasa kedua porsi bakso tadi telah masuk ke perut kami bertiga.

Hari sudah menuju sore dan kami harus segera pulang karena Tika ada acara Dawis sorenya. Akhirnya kami pun berhasil nglegakke beli bakso sampai Weleri. Hehehe
 
Bakso Sedep Mantep
Pak Mitro
Jl. Dr. Sutomo
Weleri – Kendal.



Read More..

Tuesday, July 26, 2016

Pengalaman Menikmati Virtual Reality (VR)


source : www.whatsupgeek.com

Beberapa waktu belakangan, saya sedang penasaran dengan teknologi Virtual Reality (VR). Sampai saya bikin posting di facebook dan responnya negatif, memperlihatkan bahwa sebagian besar teman saya banyak yang belum memiliki pengalaman dalam dunia peralatan dan pengalaman VR ini.

Untuk informasi, VR ini sebenarnya sudah ada 2-3 tahun lalu dan trennya meningkat dua tahun belakangan. Mengingat prasarana saya yang belum kompatibel, saya pun akhirnya mengupgrade Blackberry lawas saya untuk ditukar Andromax Qi di galeri Smartfren yang akhirnya saya dapat diskon sekitar 500 ribuan. Padahal kalau dibandingkan harga pasaran, paling diskonnya ya sekitar 200-300 ribu. Tapi tak mengapa lah. Beberapa saat sebelumnya saya sudah browsing smartphone mana saja yang bisa support VR ini. Dan hasilnya, saya harus beli yang harganya paling murah sekitar 1,5 hingga dua juta. Mahal! Yang paling murah ternyata ada. Yaitu Evercoss seri Android One X yang kini sudah langka di pasaran. Ada sih, harganya sekitar 800-900 ribu barunya.

source : tabdroid.com
Tetapi tidak disangka, Andromax Qi milik Tika justru sudah support VR. Dibuktikan dengan aplikasi EZE VR yang bisa didownload via playstore. Akhirnya saya pun mantap memanfaatkan promo diskon dari Smartfren untuk mendapatkan Andromax Qi tersebut. Nah, sebagai pelengkapnya saya beli VR BOX 2.0 di bukalapak.com.

Kenapa VR BOX?

Sejauh yang saya ketahui, saat ini ada tiga produk VR yang beredar di pasaran. Yakni Samsung Gear VR, Oculus Rift, dan Google Cardboard. Untuk produk Samsung dan Oculus, bisa dikoneksikan langsung dengan komputer. Harganya mihil bingit. Diatas satu juta. Dan produk Google Cardboard adalah produk murah dari google. Produknya berupa alat VR berbahan kardus. Kalau browsing harga jualnya baik yang belum rakitan maupun yang sudah rakitan berkisar 20-50 ribu saja.

Tetapi, ada juga banyak model cardboard ini yang didesain dengan bahan kuat seperti plastik. Merknya banyak. Dan harganya kisaran seratus ribuan hingga limaratus ribuan. Silakan googling saja di toko online. Hingga akhirnya saya melihat iklan VR Box murah seharga 70 ribu saja di bukalapak.com akhirnya saya pesanlah alat tersebut.

source : google
Unboxing VR BOX

Beberapa hari kemudian, VR Box pesanan saya datang. Langsung saya buka kardus berwarna putih dan dalamnya terdiri dari 1 set VR BOX lengkap dengan head strip, buku manual, dan secuil lap kain untuk lensa. Saya pun sudah menyiapkan aplikasi AAAVR Cinema di Smartphone baru saya, juga beberapa video VR yang saya download dari youtube.

Menonton video VR dari VR Box, berasa melihat layar besar langsung di depan mata. Ya seperti melihat tembok di 3 meter di depan kita. Sehingga terasa seperti menonton bioskop menggunakan kacamata 3D.

Kesimpulan
1)    Ada dua jenis video yang bisa dinikmati dengan VR Box. Satu adalah video panorama baik 360’ atau 180’. Bisa berupa video diam (gambar) dan video bergerak. Intinya, kita bisa melihat panorama sekeliling dengan menggerakkan kepala/pandangan. Kemudian video satunya adalah video VR. Umumnya video ini berjenis POV (point of view) dan berupa tantangan. Video ini akan mengajak penonton terlibat dalam adegan di filmnya. Yang paling umum di youtube adalah video roller coaster dan waterslide. Juga video perjalanan angkasa.
2)    Memutar video tidak harus menggunakan aplikasi AAA VR Cinema. Contoh video VR biasa, bisa langsung diputar dengan player, sehingga tampil tampilan Side by side (SBS), langsung saja pasang di VR Box dan langsung tonton.
3)    Efek 3D dari video bisa bermacam-macam. Sejauh ini, ada beberapa video VR dari youtube yang efek 3D nya terasa. Banyak juga yang tidak terasa.
4)    Video VR memiliki kapasitas besar. Untuk ukuran 720 (yang saya rekomendasikan) dan kisaran waktu 4 menitan, besarnya antara 30-50 MB. Untuk video 180/360 derajat, untuk durasi video sekitar 3-4 menit butuh memori sekitar 100 MB.
5)    Untuk menghemat kuota internet smartphone, direkomendasikan mendownload video VR dari wifi/warnet saja. Keyword yang bisa dipakai di youtube antara lain : VR video, VR 3D, 360 videos, sbs video, dll.
6)    Selama beberapa hari download video VR, yang paling menarik bagi saya adalah video ini
Link :
Selamat menikmati VR!




Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...