Friday, March 16, 2012

Museum Ranggawarsita (Ronggowarsito) Semarang


Museum Ranggawarsita (Ronggowarsito) yang ada di kawasan bundaran Kalibanteng sudah sejak lama membuat saya penasaran. Hingga akhirnya rasa penasaran saya terjawab sudah oleh kunjungan saya yang saya laksanakan bersama Rina pada Sabtu, 10 Maret 2012 lalu.

Berbekal satu botol air mineral dan batere alkaline untuk kamera saya, kami pun mantap berangkat dari Unnes sekitar pukul 10.30 siang. Tidak butuh waktu lama dan sekitar setengah jam kemudian kami sudah berhasil mencapai Museum Ranggawarsita dengan selamat sentosa.

Setelah memarkir smash, saya rasa museum ini ramai sekali dengan terlihatnya berpuluh puluh mobil pribadi yang terparkir di halaman luas. Saya pun bergegas ke loket dan membayar 9K idr untuk dua tiket masuk dan satu tiket parkir motor. Saya pun bertanya kepada petugas loket untuk rute kunjungan. Dan petugas loket tersebut sepertinya heran melihat kami berdua anak anak muda yang ‘dolan’ ke museum. Hahaha..

Ternyata keramaian yang ada disebabkan karena sedang diadakannya pesta pernikahan yang menempati salah satu hall di museum ini. Pertama kali, kami harus menuju ke sebuah ruangan di sisi sayap kiri museum. Di situ terpampang sebuah prasasti tentang peresmian museum. Di situ juga saya jumpai dua orang petugas yang akhirnya saya tanyai tentang rute kunjungan museum ini. 

Dari penuturan petugas tadi, akhirnya kami berdua memasuki museum dari ruangan yang di pasang gerbang ukiran kayu jati. 
Ukiran ini sangatlah megah dan rumit sekali. Tidak Cuma itu saja, setelah masuk kami disuguhi ukiran gunungan raksasa. Ruangan ini berisi informasi tentang tata letak museum. Baru ruang pertama, kami sudah merasa bahwa museum ini gelap dan sepi. Ok, lanjut ke ruangan selanjutnya yang menyimpan koleksi tentang geologi dan geografi. Kami dapat menjumpai macam macam tanah, bebatuan, batu mulia, dan miniatur goa.
 
Sampai akhirnya kami menemui sebuah lorong yang arsitekturnya indische banget. Begitu masuk, kami di hadang oleh seekor gajah purba yang bernama Stegodon. 
Gajah purba ini ukurannya sangat besar. Ternyata eh ternyata, fosil gading stegodon ini ditemukan di situs Patiayam daerah Kudus. Dan ukurannya.. wow, fantastis. Selain daripada itu, disini juga di pajang sebuah konstruksi kerangka gajah asia. 

Lanjut ke ruang selanjutnya kami berjumpa dengan fosil fosil manusia purba dan perlengkapan berburunya yang ‘kala itu’ sudah canggih berupa kapak kapak batu dan peralatan lain. Namun beberapa fosil tengkorak rupanya sedang dalam perawatan. 

Sampai disini, kami berdua masih harus memaklumi bahwa museum ini sangat sepi pengunjung sehingga kami berdua bebas berfoto foto tanpa rasa malu. Hahaha.. 
 
Ruangan selanjutnya adalah ruangan tentang koleksi tentang peradaban Hindu Budha di Indonesia. Disini dapat kami jumpai miniatur candi Borobudur dan Prambanan lengkap dengan patung patung budha. Tak jauh dari situ, dipajang pula sebuah miniatur kapal Samudra Reksa yang merupakan perwujudan dari kapal yang ada di relief candi Borobudur. 

Perjalanan pun dilanjutkan menuju ruang selanjutnya. Ruangan ini menurut saya temanya berantakan. Bayangkan saja, waktu masuk, saya dihadapkan kepada sebuah miniatur masjid kudus lengkap dengan menaranya, juga miniatur masjid demak. Namun di sebelahnya malah tandu Jenderal Sudirman dan cerita tentang perang dimasa kemerdekaan. Nggak nyambung ya.. hahaha.. Tapi tak mengapa lah. Saya juga di ingatkan tentang pelajaran sejarah SMP lalu oleh beberapa koleksi foto tentang perjanjian perjanjian antara Indonesia dan Belanda dan beberapa tokoh pahlawan lengkap dengan koleksi senjata senjata di masa lampau.

Lantai 1 habis, selanjutnya kami menuju lantai II yang berisi tentang kehidupan ‘orang bawah’ seperti dapur tradisional, pembajak sawah, dan nelayan
Saya rasa ruangan ini tidak begitu seru sehingga kami melanjutkan ke ruang selanjutnya yang bercerita tentang budaya budaya jawa diantaranya macam macam wayang, dan kesenian kesenian tradisional. Bahkan salahs atu patung patung kesenian ini sangat mengerikan dan menakutkan! :D

Karena capek, kami pun istirahat sebentar….. tenaga pun pulih kembali dan kami langsung merapat ke ruang terakhir di lantai II ini. Isinya tentang sejarah hewan hewan purba dan ada juga hewan masa kini yang di awetkan dan mengeluarkan bau kurang sedap. Dan selama kami mengunjungi ruang ruang ini, banyak sekali kami jumpai peralatan interaktif multimedia yang tidak bisa digunakan (dan memang tidak pernah ada yang menggunakan karena dikunjungi pun jarang banget)
 
Kelelahan yang mendera akhirnya mengajak kami untuk segera menuruni anak tangga menuju ke ruangan terakhir. Ya, ruang terakhir ini mengoleksi tentang angklung, dan profil profil potensi daerah Jawa Tengah

Tidak banyak yang menarik di ruang terakhir ini sehingga kami memutuskan untuk keluar dari Museum dan beristirahat di lobbi. Dan setelah sekitar 15 menit beristirahat kamipun segera mengambil motor untuk pulang…. 

Museum Ranggawarsita ini sebetulnya memiliki koleksi yang sangat lengkap. Entah karena apa, atau mungkin karena memang sudah takdirnya, museum hebat dan (menurut saya) paling hebat di Jawa Tengah ini selalu sepi pengunjung. 
Ayolah anak muda kita ke Museum!!!

Read More...

Wednesday, March 14, 2012

Lagu Lagu Prajab


MARS PRAJAB

selamat datang peserta prajab
telah lama aku rindukan kamu
bertahun tahun bercerai mata
kini kita telah berjumpa pula

dengarlah suara gegap gempita
mengiringi derap langkah para peserta
hilangkan rindu pada ibumu
selamat datang di diklat srondol

diklat srondol yang takkan kulupa
tempat kita berlatih bersama
siang malam selalu di tempa
tuk menjadi PNS yang jaya

itulah semboyan para peserta
menjadi abdi negara yang jaya

jayalah jayalah sasana widya praja
jayalah jayalah para peserta semua
dengarlah dengarlah suara membahana
jayalah bersama republik Indonesia

SELAMAT TINGGAL KEKASIHKU

Selamat tinggal kekasihku
aku pergi takkan lama
hanya tiga minggu saja
aku pergi kan kembali..

owaeyo,.. owaeyo.. owaeyo waeyo eya eyo..

mau makan harus antri salah dikit serong kiri..

aduhai pengasuhku alangkah jeli matamu
ku cinta padamu I LOVE YOU

KAPAL SELAM

Kapal selam tengkinya bocor
timbul tenggelam di diklat srondol .. he!
Kapal selam tengkinya bocor
timbul tenggelam di diklat srondol .. he!

buat apa susah hati.. (susah hatiii)
buat apa sedih hati.. (sedih hatii)
PNS tak pernah bersedih
apa guna keluh kesah

Hitam putih pakaiannya (pakaiannyaa)
keren keren pesertanya (pesertanyaa)
tak kalah juga pengasuhnya
mari kita bergembira..

RAMBATE

Rambate ratahayu tarik tambang (regedek!)
Disini aku jadi tambah hitam (hu ha!)
Andaikan aku burung aku akan terbang
Tiga minggu lagi aku pulang (rasido!)
Aku tahan sakit sakit tidak masuk rumah sakit
Aku tahan menderita walaupun hati sengsara
Walaupun aku ditempa hatiku tetap gembira
Gembira gembira selamanya
Owaeyo..

YEL PRAJAB

Siapa kita?? (Peserta Prajab!!)
Siapa kita?? (Peserta Prajab!!)
Peserta prajab?? (Luar biasaaa!!)
Prajaab, pasti jaya, pasti jaya, pasti jaya, hu ha!
Prajaab, pasti jaya, pasti jaya, pasti jaya, hu ha!
Prajab Prajab Prajab, Prajab Prajab Prajab,
Jossss!!

MARS ANGKATAN 6 (BANYAK BANYAK MAKAN)

Sebelum kita apel dek, kita baris dahulu
Menjaga ketertiban dek, jangan ngobrol melulu..
Yang tinggi di depan yang pendek di belakang
Jangan senggol senggolan
Berbaris yang benar, jangan smsan, hape masuk kantongan..
Sebelum kita makan dek, kita apel dahulu
Menjaga ketertiban dek, untuk kesuksesanmu
Banyak banyak makan, jangan ada sisa
Makan jangan bersuara
Banyak banyak makan, jangan ada sisa
Makan jangan bersuara

Read More...

Tuesday, March 13, 2012

Diklat Prajab @ Diklat Srondol, 15 Februari - 6 Maret 2012



Diklat Prajabatan Golongan II Angkatan VI Tahun 2012 (Badan Diklat Propinsi Jawa Tengah – Srondol, 16 Februari – 6 Maret 2012)

Kabar yang tidak terduga datang begitu saja melalui sebendel surat pemberitahuan akan diadakannya Diklat Prajabatan yang sering di lafalkan dengan kata Prajab. Ya, sebendel surat dari BKD Kabupaten Semarang itu memberikan semangat kepada saya untuk mengikuti prajab yang telah lama saya rindukan.. hehehe

Berbekal Surat Tugas dari BKD, 3 lembar foto berwarna 3x4, Fotocopy SK CPNS, dan Surat Keterangan Sehat, akhirnya saya dengan dua tas ransel yang terisi penuh berangkat dengan diantar oleh pacar saya. Siang hari yang panas Rabu, 15 Februari 2012. Setelah bermacam macam negosiasi dengan teman teman saya yakni Yanu dan Dedi, akhirnya kami bertiga dengan bantuan salah seorang bapak polisi yang berbaik hati karena memboncengkan Dedi, berhasil merapat ke Bandiklat Srondol sekitar pukul 14.30. 

Karena belum pernah kesini sebelumnya, jadilah saya nyelonong ke kantor pusat Bandiklat dan diberi penjelasan salah seorang petugas dan akhirnya kami berhasil menemukan Asrama Sindoro I. Disitu saya jumpai beberapa teman saya dari Kabupaten Semarang, dan tidak menunggu waktu lama, kami segera melaksanakan registrasi di Gedung Bundar. Butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk mengisi formulir, mencocokkan data, dan basa basi hingga akhirnya saya keluar dengan mengantongi kertas yang tertera nomor kamar yang akan saya tempati bersama Dedi dan Yanu. 

Tanpa basa basi, setelah menghampiri Rina yang sedari tadi sabar menunggu, akhirnya saya melakukan check in di kamar 319, Asrama Sindoro II Lantai 3. Sebuah kamar dengan dua ranjang bertingkat, tiga buah lemari dan meja, satu buah kaca, dan pemandangan menghadap ke kawasan Gunung Pati, akhirnya bakal menjadi tempat peristirahatan kami untuk tiga minggu ke depan. 
 Fasilitas di Sindoro II memang lebih rendah dibanding di Sindoro I atau III, namun, saya rasa tidak masalah. Dengan angin semilir saat pintu dibuka, pemandangan tower Sekaran, dengan sekitar satu lusin kamar mandi umum dan 5 WC umum, dan sebuah lobi dengan TV 21 inci saya rasa cukup untuk menikmati Prajab yang akan saya mulai sore harinya nanti. 

Setelah melepas kepergian Rina yang saya ‘titipi’ smash, kami bertiga membereskan dan menata barang barang kami di kamar dan beristirahat seraya melihat banyak teman teman lain yang check in baik itu dari Kabupaten Semarang atau Kabupaten Batang. Kelas kami nanti yaitu kelas V dan VI yang berasal dari Semarang dan Batang. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00, kami sudah bersiap siap, berganti seragam hitam putih, dan setelah melakukan shalat, kami menuju ke lapangan Apel yang ada di depan Asrama Sindoro I. 

Apel pertama kami berjalan dengan telat karena kami belum dapat menyesuaikan dengan lingkungan. Setelah apel, baru kami masuk menuju ke Ruang Makan dengan baris satu satu per banjar kemudian antre mengambil makan dengan model prasmanan 
dan menduduki kursi di meja yang sudah di sediakan. Kami tidak boleh berebut tempat duduk, tidak boleh makan duluan, dan tidak boleh berisik. Ketika semua sudah mengambil makanan dan minuman, baru salah seorang petugas menyiapkan 

“DUDUK SIAAAP.. GRAK!!”

Kami pun harus menggedorkan kaki di lantai dan kedua tangan posisi menggenggam diletakkan di paha masing masing (tidak boleh diletakkan di paha orang sebelahnya).
“Untuk mengawali makan malam.. berdoa mulai…. Berdoa selesai… ISTIRAHAT DI TEMPAAAT… GRAK”

Dan kami pun semua berteriak

“SELAMAT MAKAAAN..”

Kami pun menikmati makan malam pertama kami dalam nuansa prajab dan setelah makan, kami mengantre untuk mengembalikan peralatan makan pada tempatnya kemudian kembali ke barisan. Malam pertama ini, setelah makan, kami di pandu oleh salah satu binsuh (Pembina dan Pengasuh) yang saya ketahui kemudian bernama Pak Yunus Suwondo. Kami duduk di lapangan tenis dan menerima pengarahan dari beliau. Suasana kelas malam ini masih agak kaku karena kami memang baru pertama bertemu dan saling kenalan sedikit demi sedikit. 

Setelah kegiatan itu, kami dipersilahkan untuk istirahat.

Hari Pertama #Kamis, 16 Februari 2012

Hari kamis yang saya tidak tahu cerah atau tidak, pukul 04.00 alarm hape kami bertiga saling berkombinasi untuk membangunkan kami. Mau tidak mau, kami harus bangun, cuci muka, wudhu dan shalat subuh di awal waktu. Dan pukul 04.30 kami sudah harus berbaris di lapangan apel dengan pakaian olahraga lengkap untuk melaksanakan apel olahraga pagi. 

Untuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu, olahraga pagi diisi dengan aerobik. Sedangkan hari Senin, Rabu dan Jumat kami olahraga jalan jalan di sekitar kampus. Pagi ini kami harus berjalan dalam barisan dan bernyanyi dengan lagu mars kebangsaan. Sesampainya di lapangan aerobik, kami harus mengikuti senam ini hingga sekitar pukul 05.45.

Setelah senam, kami harus berpacu dengan waktu untuk mandi dan bersiap siap karena pukul 06.15, kami harus sudah berbaris di lapangan apel kembali dengan seragam hitam putih lengkap. Ya, kami harus melaksanakan apel pagi untuk menyambut makan pagi kami. Tata tertib makan pagi, sama halnya dengan makan malam. 

Makan pagi selesai, akhirnya hari pertama ini kami harus menuju ke Auditorium Sasana Widya Praja untuk mengikuti pengarahan dan sesi foto. Acara ini berlangsung hingga siang hari.

Kegiatan kegiatan pada hari selanjutnya dapat saya gambarkan sebagai berikut
04.00 : Bangun pagi, cuci muka, wudhu
04.20 : shalat subuh
04.30 : Apel olahraga pagi
04.45 – 05.45 : Aerobik dengan musik pop dangdut disko dan musik latin yang berjudul SIPONG SIPONG/ Jalan jalan plus senam ala binsuh yang dilengkapi dengan kata kata pak binsuh seperti : “SIKAP POKOOOOK”, lalu peserta membuat gerakan metenteng dengan berteriak “JOOSSSS”
Dan gerakan senam JUMPING JACK dengan kata kata legendaris “GERAKAN SAMAAA.. HITUNGAN SAMA…”
05.45 – 06.15 : Mandi, siap siap
06.15 : Apel Pagi
06.30 – 07.00 : Sarapan Pagi, setelah sarapan kami berbaris berjalan menuju ke Gedung Bundar Ruang kelas 8. Selama berjalan kami diharuskan menyanyi lagu lagu Prajab antara lain Mars Prajab, Selamat Tinggal Kekasihku, Dulu Aku Bercita Cita, dan lagu karya Angkatan VI, Banyak Banyak Makan. Dan sebelum memasuki gedung bundar, kami dibubarkan dan setelah hormat harus balik kanan serentak dengan hitungan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, PRAJAB (Saestuuuuu, Kobul, Horraaasss Bah, Singadalawan…) !!
07.00 – 09.30 : Materi yang di isi oleh Widya Iswara. Widya Iswara yang saya ingat antara lain Pak Petrus Resi, Pak Slamet Riyadi, Pak Bambang Budiadi (WI paling kocak), 
Pak Paulus, Pak Wardjito Soeharso, Pak Nugroho Suadi, Pak Joko Purnomo, Bu Lilin Budiati.. (yang lainnya lupa)
09.30 – 10.00 : Coffee Break 1
10.00 – 12.00 : Lanjut materi
12.00 : Baris menuju ke Ruang makan. Berbeda dengan makan pagi dan malam, makan siang ini tidak harus bareng dengan kelas lain. Minimal satu kelas, sudah bisa disiapkan untuk makan bareng.
Setelah makan siang, saya biasanya menghabiskan waktu istirahat di masjid bersama Yanu, Dedi, Anton, Cipto, Mas Bagyo, dan Arfi.
13.15 : Baris lagi menuju ke Gedung Bundar
13.30 – 15.30 : Lanjut materi
15.30 – 16.00 : Coffee Break 2 dan shalat asar
16.00 – (17.00) : beda materi beda waktu selesainya.. rata rata jam 16/17 sore selesai materi..
17.00 – 18.00 : Istirahat.. biasanya saya nonton berita di lobbi Sindoro Lantai 3, kemudian mandi, shalat maghrib, dan bersiap siap untuk apel makan malam
18.15 : Apel Makan malam
18.30 – 19.00 : makan malaam
19.00 – 20.15 : Tugas Baca yang biasa digunakan untuk mengerjakan RM (Resume Materi). Jadi setiap materi yang diberikan, kami harus membuat RM dan di kumpulkan ke sekretariat.
20.30 : Apel malam
20.45 : Istirahat… 

Waktu ini saya sering gunakan untuk mencuci baju. Memang di kampus ada tukang laundry, namun tarifnya sangat mahal. Bayangkan saja satu baju 1500-2000. Jadi mending saya cuci sendiri saja lah.. hehehe..Kalau belum ngantuk, selepas cuci baju dan shalat isak, nonton tv menjadi salah satu pilihan untuk melelahkan mata lebih lanjut. Bahkan beberapa kali saya ketiduran waktu nonton tv. 
Kemudian sekitar jam 22.00 kami baru bisa beristirahat untuk kemudian paginya harus mengikuti acara seperti diatas.

Begitulah kira kira rangkaian keseharian saya selama mengikuti Diklat Prajabatan selama 17 hari di Diklat Srondol hingga akhirnya tanggal 5 Maret 2012 kami harus mengikuti ujian tertulis untuk menentukan lulus / tidaknya kami mengikuti Prajab ini.

Senin pagi, kami diliburkan dari kegiatan olahraga pagi, jadi kami bersiap untuk mengikuti ujian. Setelah makan pagi, kami langsung memasuki ruang ujian dan saya kebagian jatah pojok paling depan. Pukul 08.15, saya mulai mengerjakan soal dengan penuh percaya diri. Kesempatan untuk bekerjasama dengan peserta lain sangat susah. Hingga akhirnya jam 10.00 saya sudah menyelesaikan Ujian ini dengan cukup yakin. 

Pukul 13.00, hasil ujian diumumkan, dan kami angkatan V dan VI, harus ada peserta yang mengikuti perbaikan nilai berjumlah 26 peserta, masing masing 13 peserta dari kabupaten Semarang dan Batang. Alhamdulillah saya tidak termasuk dalam daftar her. 

Sore ini pula, saya yang ditunjuk oleh Senat untuk menjadi sutradara drama malam inagurasi akhirnya harus beberapa kali merombak pemain drama. 

Akhirnya tibalah saatnya malam perpisahan yang dikemas dalam acara Malam Keakraban yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kampus Sumbing
Sambutan oleh Pengurus Badan Diklat mengumumkan tentang kelulusan kami semua yang terkesan “agak terpaksa” dan disambut dengan sukacita oleh kami. Dan saat pengumuman prestasi, alhamdulillah saya mendapat peringkat 4 di kelas angkatan VI. Dari bawah peringkat 5 adalah Hendra (Ketua Kelas), Saya, Nia, Esti (Sekretaris Kelas), dan Nisa (Bendahara Kelas).

Acara formal pun berakhir dan kami benar benar menikmati malam perpisahan ini. Dengan dipandu oleh MC handal mas Husein dan mbak Mia, acara ini sangat semarak dengan beberapa acara gombal gombalan, penyanyi dari Binsuh (Pak Slamet dan Pak Broto), dan drama yang saya sutradarai dengan judul “Ada Apa dengan Paijo”.

Drama ini menceritakan tentang Paijo (mas Ali Sodikin) yang melakukan penyuapan untuk menjadi PNS, kemudian bertemu dan menikah dengan Cinderella (mas Abdul Wakhid), dan akhirnya menjadi PNS yang lupa diri. Sehingga akhirnya di gerebeg oleh KPK (mas Taufik, mas Rouf) kemudian di adili dan ditembak mati oleh tentara Provoost (mas Fatur). Pemain lain yang terlibat adalah Dedi sebagai oknum, Cipto sebagai pengurus sertifikat, Nisa, Kaka, Esti, dan Rika sebagai pencoba sepatu, saya sendiri sebagai ajudan pak Paijo, mas Firdaus dan mas Wawan sebagai hakim. Penata musik di handle oleh mas Arfi dan mbak Ratna sebagai make up artist.

Entah apapun hasilnya, saya rasa drama ini cukup sukses mengeluarkan tawa hadirin sekalian.. :) thanks teman teman… 

Setelah drama yang konyol tadi, saya berkesempatan untuk mendendangkan sebuah lagu ciptaan saya dengan judul Lahar Dingin yang saya mainkan dengan iringan kibord dan saya merasa sangat puas dengan apresiasi dari teman teman semua. 
 
Malam pun semakin larut, dan pukul 23.00, malam keakraban ini harus berakhir sudah.. setelah memberesi barang barang, akhirnya dengan berat hati kami pulang menuju asrama untuk istirahat. Beberapa dari kami termasuk saya adalah yang begadang hingga pukul 01.30 dini hari untuk menikmati malam terakhir kami di Asrama Sindoro II.

Hari Terakhir # Selasa, 6 Maret 2012

Hari selasa yang tidak begitu cerah, kami harus bangun dan sarapan pagi seperti biasa, kemudian diadakan beres beres kamar lalu kumpul di kelas untuk menerima buku kenangan dan menikmati suasana kelas untuk terakhir kali. Hanya sekitar satu jam dan akhirnya kami harus benar benar berpisah untuk kembali menuju instansi kami masing masing agar menjadi abdi negara yang jaya..

Big Thanks to Binsuh :
Pak Slamet Suryadi
Pak Broto Waliman,

Pak Supriyana 
 dan Pak Yunus Suwondo

Selanjutnya mari kita nikmati beberapa hasil jepretan saya yang akan sedikit bercerita tentang kegiatan selama Prajab ini.. :)

Suasana pembentukan Senat
Mbak Yosi - ibu hamil yang pusiing

Mbak Ida dan mbak Amel .. aaaakk.. emm
Suasana Barak Asrama

Mbak Tika.. nyam nyam nyam

Saya dan Yanu
Suasana Diklat Srondol

Mbak Yungki dari Kelas V

Mas Bagyo, Saestuu.,...

Mas Husein Suryono
Mau Coffee Break atau Tea Break terserah anda, snacknya dua macam, saya waktu itu kebagian satu

Suasana Kelas Sindoro (Gedung Bundar)

Menara Air dekat masjid

Mas Firdaus and the Rujak of the day

Pemberian kenang kenangan oleh mas Toni (Ketua Senat) kepada perwakilan Bandiklat

Suasana dari balkon 319, tower Unnes Sekaran

Saya, Yanu, dan Dedi

Pemilihan Senat, Mas Firdaus, Mas Fatur, dan Mbak Irul

Hamid

Saya dan Novian yang dikemudian hari menjadi anak terbandel sekelas

Di sela sela menunggu pelajaran PBB dan TUS

Eh, topine jatuhhh

Salah satu suasana kelas

Saya dan teman baik saya, Mas Wawan - Pak Guru from Batang

Salah satu menu makan pagi...

Huru hara setelah makaan

Paling kiri Nisa, Paling kanan Kaka, yang tengah tidak paham.. yang motret Wawan

Sebelah masjid

Ibu ibu menunggu berbaris

Malam minggu tidak ada makan gratis, jadinya ngelayap keluar kampus... makan di warung

Mbak Yosi dan mbak Ratna

Malam Inagurasi kakak senior (gol III angkatan 5 dan 6)

Sore sore setelah latihan drama , dari kiri : Zaenal, Firdaus, Taufik, Nisa, Kaka, Wakhid, Fatur, Rouf, Rika, dan Saya

Cipto, Hamid, belakang, Irul, Mb Didik, Tika

Ucapan selamat karena telah lulus Prajab!!!

The last makaan di Diklat Srondol
Akhirnya itulah kegiatan kegiatan yang dilaksanakan selama Diklat Prajab di Srondol.. Selamaaat Makaaannn........... Saestuuuuu :)


Read More...