Thursday, December 10, 2015

Kecewa Pelayanan Onnic Ungaran


Ilustrasi : sumber flickr


Tanggal 23 Nopember lalu, saya mendapatkan kepercayaan untuk mengurus pembuatan beberapa biji kaos, tepatnya enam biji kaos seragam berkerah untuk acara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2015. Kebetulan saya juga menjadi salah satu sekretariat di kantor.

Menurut beberapa referensi, sebagian sudah penuh sehingga diputuskan untuk memesan pembuatan kaos ke sentra kaos dan jaket, Onnic, Jl.Diponegoro Ungaran. Waktu pertama masuk, saya disambut seorang pegawai bagian design yang duduk disebelah depan. Tidak memakai seragam. Setelah menyampaikan maksud, saya di arahkan untuk mengurus pesanan dengan seorang pegawai lain. (bosnya?). Harga yang ditawarkan pada awalnya adalah 80 ribu untuk lengan pendek dan 90 ribu lengan panjang. Tetapi entah mengapa pada saat penghitungan (saya tidak terlalu memperhatikan) semua harga menjadi sama, 90 ribu per kaos. Kemudian, pada saat pencatatan pesanan, di meja front office tersebut juga tidak ada pulpen standby. Akhirnya saya pinjami.

Setelah mengurus pesanan, kemudian saya diarahkan untuk mengurus desain dengan mas yang pertama saya temui. Jam siang itu mendekati pukul dua belas pas. Beberapa kali komputer design itu hang karena menjalankan aplikasi Corel yang berat.

“Buru-buru nggak mas?”
“Saya sih santai, lha gimana?”
Ia kemudian hendak minta ijin untuk istirahat makan dulu. Padahal dalam hemat saya desain tidak butuh waktu lama. Lima sampai tujuh menit rampung lah menurut saya. Saya pun memintanya untuk melanjutkan desainnya. Masak iya, saya nunggu dia istirahat makan sementara saya mlongo disana. Lak yo wagu.

Setelah itu, saya memastikan pesanan akan saya ambil tanggal 7 Desember. Perkiraan saya pasti jadi karena enam biji kaos dengan pengerjaan selama sekitar 20 hari.

Tanggal 7 Desember pagi, saya mendatangi ke kantor Onnic dan disambut mas tukang desain. Dengan tanpa minta maaf, ia bilang kepada saya bahwa pengerjaan kurang bordir logo. Entah saya yang tidak tau atau bagaimana, menurut saya membordir logo pada kaos enam biji seharusnya bisa selesai siang atau sore harinya. Tetapi ia menjanjikan kepada saya bahwa pesanan akan jadi esok pagi tanggal 8 Desember. Padahal sebenarnya saya akan membagikan kaos itu tanggal 7.

Tanggal 8 Desember pagi, saya kembali menyambangi Onnic. Disana saya kembali disambut mas tukang desain satu-satunya itu. Ia mengatakan pada saya bahwa lagi-lagi bordirnya belum selesai. “Apa-apaan ini” kata saya dalam hati. Ia pun lantas menuju tempat telepon untuk menelepon bosnya. Eh, tetapi teleponnya rusak saudara-saudara.

Kemudian ia menelepon bosnya dengan hape. Dari sekilas perbincangan, ia bilang bahwa kaos pesanan saya sudah ditunggu-tunggu. Tetapi setelah telepon tertutup, ia lagi-lagi bilang kepada saya bahwa saya harus menunggu jam satu siang.

Saya pun menggertak “Jam 11 saya ambil, jika tidak jadi mending batal”
Dan mas tukang desain tersebut untuk pertamakalinya meminta maaf kepada saya.

Jam sebelas siang lebih sedikit, saya kembali mendatangi onnic dan langsung menanyakan “sudah jadi belum, mas?”
Ia kemudian hanya senyam senyum datar dan berjalan menuju ruang produksi. Sekeluarnya ia dari ruang produksi, ia membawa salah satu kaos pesanan saya tanpa kerah. “Kurang kerahnya mas” kata dia.
“Semua?” Tanya saya. Ia pun mengiyakan.

“Yasudah” kata saya sembari berlalu. Ia sempat memanggil saya untuk menemui bosnya. Dan saya hanya bilang kepada dia “Saya kecewa mas”. Kemudian segera meninggalkan Onnic.

Sore hari, saya ditelepon dan di sms untuk mengambil kaosnya. Tanpa ada permintaan maaf. Saya yang sudah jengkel dan muak, tidak sudi mengangkat telepon atau membalas sms itu. Nomer itu langsung saya masukkan autoreject list di ponsel saya.

Akhirnya kaos itu benar-benar tidak jadi saya ambil karena bagi saya, profesionalisme seorang pegawai dalam perusahaan dan juga manajemen pelayanan perusahaan itu penting. Jadi buat apa saya menerima diperlakukan seperti itu, bagi saya yang iya adalah iya yang tidak adalah tidak. Dan sekali saja saya dibohongi seperti diatas, saya akan langsung membencinya.

Pengalaman ini sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan atau siapa saja yang hendak membuat pesanan kaos atau jaket di Ungaran. Supaya lebih teliti sehingga tidak mengalami pengalaman seperti saya. Sekian dan jika pihak Onnic kebetulan membaca dan keberatan dengan postingan ini, saya bisa ditemui di alamat kantor saya. Terimakasih



1 comment:

  1. Bulan kemarin buat kaos ke onnic juga sih utk PO, awalnya 50rb tp karena kurang dari kuota (minimal satu kodi) jadinya 60rb per kaos. janjinya max. 2 minggu tapi pas bgt dua minggu belum jadi (waktu itu pesen warna dongker sama hitam tapi gak ada dongker, akhirnya diganti ke biru tua). terus ditunggu lagi dua minggu cuma buat nyelesain warna biru doang akhirnya kelar semua. Untung pelanggan sy bisa mengerti apa yg sedang terjadi. Tapi gak nyesel sy soalnya ya itu tadi.
    Saran sy klo buat baju dll jauh-2 hari lah, H-30 sblm event

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...