Sunday, July 19, 2009

Mall, Plaza, Magelang

Plaza dan Mall
Kadang barometer besarnya kota bisa dilihat dari fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan yang saat ini ngetrend disebut plaza atau mall. Sebenernya definisi dari plaza atau mall itu apa bedanya ya? Menurut artikel yang pernah saya baca nih ya. Plaza itu artinya tempat terbuka yang bisa dijadikan sebagai tempat hiburan. Jadi intinya diluar gedung gitu. Kalau mall, sebuah pusat belanja bisa disebut mall kalau gedung itu mempunyai banyak toko / tenant, lalu memiliki satu atau lebih high tenant. Dept. Store macam Matahari, Hypermart, Carrefour, Ramayana dan lainnya masih banyak lagi. Lalu di sebuah mall harus memiliki sebuah tempat terbuka meskipun diatas tetap ada atapnya, jadi begitu kita masuk, langsung bisa ketemu tempat luas dan dari situ bisa kita lihat aktivitas di lantai lantai yang lebih atas, terus dari atas kita juga bisa lihat lantai terbawah dan lantai lantai dibawahnya. Namanya kalau nggak salah atrium. Dan kalo plaza biasanya lebih ke sebuah gedung yang memiliki banyak toko tapi tidak memiliki atrium ini. Jadi sekedar bertingkat. Tapi sekarang mall sama plaza udah males mau ngeributin bedanya. Yang penting keren dah!
Kembali ke Kota Magelang.
Berdasarkan dari hasil pengamatan saya selama ini, sepertinya propinsi Jawa Tengah memang ketinggalan jika dibandingkan dengan Propinsi propinsi lain di pulau Jawa. Kenapanya juga nggak tahu. Hm, mungkin kalau Jawa Barat dan Banten karena deket sama Ibukota Indonesia Raya, jadi daerahnya cepat berkembang. Bandung ibukota propinsi Jawa Barat juga gedhe banget tu kota. Surabaya, waduh, udah terkenal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Bahkan, salah satu mall di Surabaya, menyandang sebagai mal terbesar se –Indonesia, yaitu Tunjungan Plaza. Sekaligus sebagai mal terbesar ke 10 se pulau bumi!
Di Jawa Tengah ibukota di Semarang. Di Semarang mal nya yang paling gedhe tu mal Ciputra. Nama keren disana Citra Land. Ada studio 21 nya juga. Dan itu satu satunya di Semarang. Citra Land ini cuman 3 lantai. Model parkirannya di belakang mal dan gila nih parkirannya sampe 6 lantai. Padahal mallnya aja cuman 3 lantai. Sekali saya pernah parkir motor di lantai 6. dari situ lalu naik lift ke lantai 3 parkiran baru masuk kayak airwalk yang langsung nembus ke malnya gitu. Citra Land ini kebanggannya warga Semarang dan sekitarnya. Di samping itu ada Plaza Simpang Lima yang di perkuat oleh Matahari Dept. Store dan Hotel Horison. Ada 5 lantai dan cukup menyenangkan buat jalan jalan. Selain itu ada Java mall yang konsep arsitekturnya ada kubah kubah gitu. Tidak terlalu besar memang. Lalu mal yang paling gres yang dibangun di Semarang adalah DP Mall. Mall yang terletak di Jalan Pemuda ini didukung oleh Carrefour dan selalu ramai tiap harinya karena baru bangun. Selain itu, mal mal kecil juga ada beberapa tapi tidak pernah punya greget lebih.
Setelah jalan jalan ke Semarang, kota terbesar kedua nya Jawa Tengah dan poros budayanya orang jawa adalah Kota Surakarta atau Solo. The spirit of java. Mall terbesar di Kota Solo ini namanya Solo Grand Mall. Terletak di Jalan Slamet Riyadi yang konon merupakan jalan lurus terpanjang yang ada di Jawa Tengah. Bener tidaknya silahkan diukur sendiri. Di SGM juga ada Grand 21 yang merupakan satu satunya bioskop 21 di Solo dan yang kedua di Jawa Tengah setelah Citra 21 di Citra Land. Selain SGM, yang belum begitu lama dibangun bernama Solo Square. Hanya beberapa km dari SGM, bangunannya lebih modern dan lebih luas. Lalu ada Beteng Trade Center (BTC) di deket kraton Solo. Slogan BTC cukup unik juga yakni Mangga Duanya Solo.
Sejak tahun 2008, Solo lagi getol getolnya bangun mall. Nggak tanggung tanggung, Solo saat ini sedang bangun Solo Paragon, yaitu apartemen 40 lantai yang dilengakapi City Walk dan Mall didepannya. Ada di Jalan Yosodipuro dan saat ini pembagunan belum selesai. Rencananya Mall Solo Paragon akan jadi mall terbesar di Jawa Tengah karena di dalamnya akan ada fitness center dan Cinema XXI. Pasti keren banget tu nanti jadinya. Selain Solo Paragon, bangunan gede yang lagi bangun di Solo adalah Solo Center Point (SCP). Rencananya SCP ini adalah konsepnya perkantoran modern dengan gedung pencakar langit yang akan ada 31 lantai. SCP juga akan dilengakapi City Walk yang dibangun dibelakang pusat pertokoan SCP. Pusat pertokoan ini adalah gedung 4 lantai yang akan digunakan untuk pertokoan dan perkantoran sekaligus sebagai sebuah plaza mungkin. Saat ini Solo benar benar menuju kota metropolis.
***
Bicara tentang Jawa Tengah, setelah kota Semarang dan Solo, lalu kota mana lagi yang besar diurutan ketiga? Tegal memiliki sebuah mall besar namanya Rita Supermall Tegal. Manajemennya sudah lumayan bagus. Lalu Purwokerto sebagai ibukota kabupaten Banyumas juga memiliki cukup nama di Jawa Tengah. Pusat perbelanjaan yang ramai di Purwokerto adalah Morro Mal. Saya emang belum pernah mampir, tapi sepertinya cukup besar kota purwokerto. Selain itu ada juga Sri Ratu. Sri Ratu ini lebih sepi. Selain Tegal dan Purwokerto, kota kota di Jawa Tengah yang saya pernah tahu memiliki pusat perbelanjaan yang cukup lumayan besar yaitu, Pekalongan dengan Sri Ratu nya di Alon Alon Pekalongan Kota. Plaza Kudus yang ada bioskopnya juga tapi masih bioskop oriental. Mal Kudus yang didukung Ramayana di Alon Alon Kudus, Plaza Klaten yang ada di Alon Alon Klaten. Didukung oleh Matahari Dept. Store. Lalu Salatiga dengan Mal Taman Sari dengan Ramayananya. Selain kota kota tersebut diatas saya belum pernah menemukan kota yang punya pusat perbelanjaan yang lumayan keren.
Sekarang, mari kita go to jogja. Kota pelajar ini juga lumayan memiliki banyak pusat perbelanjaan. Yang paling ngetrend yaitu Ambarrukmo Plaza atau Amplaz. Mal ini dibangun baru sekitar 3 tahun lalu namun memiliki pangsa pasar terbesar di daerah Jogja dan sekitarnya. Di mal ini bergabung Carrefour dan tenant tenant kelas atas Indonesia macam Starbucks dan Breadtalk. Terdiri dari 5 lantai dan 1 basement. Juga memiliki Studio 21 dengan 4 teater. Untuk urusan bioskop, di Jogja baru saja diresmikan Empire Cinema XXI yang menggantikam bioskop XXI yang terbakar di era 90an. Selain itu, mal mal di Jogja yang terkenal antara lain Saphire Square, masih sepi, Galeria Mal, Malioboro Mal yang konsepnya hampir seperti CiWalk Bandung, dan Jogja Tronik Mall. ITnya kota Jogja. Di Jogja tronik segala kebutuhan komputer dan hape komplit. ITC nya Jogja begitu lah.
Untuk terakhir sebagai orang Magelang, Kota kecil ini juga sebenernya masih jauh dari kota besar. Meskipun menjadi kota yang paling besar se eks karesidenan Kedu. Mari kita simak beberapa pusat perbelanjaan di Magelang. Meskipun kecil kecil, namun jumlahnya cukup lumayan. Di kawasan alon alon kota, ada Matahari Dept. Store menempati eks Hotel Magelang Plaza yang sekarang sudah tiada. Namun Matahari hanya menempati lantai 1 dan 2 dari 4 lantai yang ada. Di sebelahnya ada Gardena yang masih memiliki daya tarik bagi pencari hiburan di sekitaran Magelang karena juga memiliki arena bermain anak yang terletak di lantai teratas. Masih di sekitaran alon alon ada Trio Plaza. Plaza yang kecil ini selalu sesak dikunjungi orang orang karena barang barang nya yang terkenal lebih murah. Selain itu, bekas supermarket Hero yang ada di jalan tidar, sekarang di tempati Giant Supermarket yang juga bergabung Jaysindo IT nya magelang. Pusat kulakan handphone dan komputer. Di jalan tentara pelajar juga ada plaza baru yang modelnya mendekati mal karena memiliki atrim meskipun Cuma 2 lantai. Tapi masih sepi. Namanya Skylight Plaza. Di dekat pabrik karoseri New Armada, karoseri terbesar se asia tenggara, ada Armada Swalayan yang cukup luas untuk berbelanja. Bicara soal bioskop, magelang punya 2 gedung bioskop jadul yang hingga saat ini masih beroperasi yaitu Magelang Theater dan Tidar Theater yang kesehariannya memutar film film yang telat sekitaran 1 bulan setelah diputer di bioskop bioskop 21. namun cukup memiliki daya tarik buat warga magelang yang butuh hiburan. Belakangan ini terdengar kabar bahwa di sekitar Jalan Sudirman akan dibangun hotel dan plaza dan akan bergabung Carrefour juga. Mari kita tunggu saja kemajuannya. Read More..

Van der Wijck




Benteng Van der Wijck – Gombong – Kebumen

Hari Minggu ini tanggal 12 bulan Juli tahun enol sembilan, aku tadi habis pergi ke Benteng Van der Wijck yang ada di Gombong, Kabupaten Kebumen. Persiapan aku simple saja, yang penting bawa uang, sedikit biscuit, motor dengan perlengkapan yang standar, kamera dan yang pasti pemain jok belakang. Nah, pagi jam 8.30 pagi aku sudah siap siap buat menjemput pemain jok belakang. Soalnya kita emang udah janjian buat berangkat dari rumah dia pukul 9 tepat.
Akhirnya aku sampe dirumahnya dan karena dia lagi mandi, jadi aku nunggu dia sambil minta ijin sama ortunya dan alhamdulillah diijinin. Ha ha ha.. nunggu sambil dikasih minum teh sama beberapa biji molen pisang. Akhirnya aku hanya menyerutup saja tehnya karena aku masih kenyang. Jam 9.20 Novi udah siap dan akhirnya setelah pamitan kita langsung go on. Perjalanan melewati Muntilan – Kota Mungkid, lalu ke Borobudur, Salaman, aku biasa aja sama dia. Tapi gaya rambutnya dia bikin dia kayak lebih cantik hari ini.
Perjalanan lumayan menyenagkan. Aku emang berpacu dalam melodi. Eh, maksudku berpacu dalam waktu, karena jadwal planku tu berangkat nya jam 9 tepat. Tapi karena udah molor 20 menit aku jadi sengaja memacu motor lumayan kencang. Rata rata 60-80 km/jam. Lumayan menyenangkan karena jalanan nggak begitu rame. Jam 10.10 kita udah sampai di kota Purworejo. Lanjut terus sampai Kutoarjo aku liat bensinku soalnya indicator bensin di dashboard ku mati. Ternyata sudah harus direfill. Sebelumnya aku pipis dulu terus isi bahan bakar tak full sekalian 16 ribu.
Habis itu langsung aja kita lanjutin perjalanan. Kali ini aku kangen pelukannya. Ha ha ha. Aku minta dia peluk aku dari belakang dan dan tangannya tak suruh masukin ke kantong jamper-ku. Kondisi seperti ini berjalan terus. Lumayan…. Perjalanan kita sampai di perbatasan Purworejo-Kebumen, lalu sampe di Prembun, Kutowinangun, lalu masuk deh ke Kota Kebumen. Disitu aku sempet bingung juga arah ke Gombong yang mana. Akhirnya tanya sama seseorang pas di bangjo alon2. dan akhirnya ketemu juga arah Gombong. Habis Kota, kecamatan Sruweng, lalu Karanganyar, baru Gombong. Baru beberapa detik masuk kota Gombong, langsung ada papan penunjuk Benteng Van Der Wijck belok kanan 1 Km.
Masuk dan ternyata jalannya nggak begitu luas. Kira kira 700 meter udah sampai di Obyek Wisata Benteng Van der Wijck Gombong. Aku nyari tempat parkiran. Setelah parkir bayar 2000 dan mengamankan helm, aku ke tempat loket. Dewasa 4 ribu. Jadi 8 ribu berdua. Langsung masuk dan ternyata disitu ada semacem kayak taman bermain buat anak anak. Ada kolam renang, lalu gedung buat bom bom car, lalu ada ayun ayunan, dan banyak gedung gedung. Mungkin gedung gedung itu dulu dipakai sebagai apa juga nggak tahu. Sekitar 50 meter habis pintu masuk langsung terlihat Benteng Van der Wijck yang berwarna merah. Dan suasana seperti di Eropa. Gaya bangunan benteng ini terasa sekali khas arsitertur Eropa. Mungkin yang lebih spesifik, belanda kali ya.
Di sebelah pintu masuk utama benteng, ada tulisan besar bahwa benteng ini dibangun pada tahun 1818. wah, hebat… sudah lama banget. Pada waktu pemerintah colonial Belanda menguasai daerah Gombong. Konstruksi benteng ini seluruhnya dibuat dengan bata merah, lantai dibuat dengan seperti semen jaman dahulu. Benteng berbentuk persegi dengan satu pintu disetiap titik sudutnya. Mamasuki benteng pertama kali, akan ketemu pos penjagaan yang dahulu dipakai sebagai pos penjaga oleh belanda. Begitu masuk langsung ketemu dengan sebuah ruangan yang disitu ada koleksi foto foto tentang benteng. Mulai dari benteng aseli, benteng sebelum dipugar, setelah dipugar, dan kunjungan kunjungan orang penting ke benteng ini. Sekitar 15 menit habis sudah koleksi foto foto yang menghiasi ruang ruang pertama di benteng ini.
Aku masuk ke dalam benteng yang berupa tanah luas kita kira luasnya 250 m2. ditengah tengah ada bekas air mancur, atau tempat bendera. Lalu setelah itu keliling lewat sebuah pintu dan kita langsung muter lihat lihat suasana benteng yang sebagian besar belum dimanfaatkan. Masih berupa ruangan ruangan bersekat dan kosong. Malah banyak digunakan buat mbois anak muda. Menurut informasi, rencana kedepan, seluruh ruangan di benteng ini akan dimanfaatkan sebagai ruang koleksi foto foto perjuangan, diorama, dan perpustakaan. Namun sampai saat ini belum bisa direalisasikan. Setelah muter sudah keliling benteng akhirnya kita kembali ke pintu masuk. Disitu ada tangga melingkar yang menghubungkan ke lantai 2. naik ke lantai 2 ada ruangan ruangan koleksi foto lagi. Kolesinya antara lain, foto foto presiden dan wakil presiden RI, foto foto pahlawan revolusi, foto foto kepala TNI, foto foto pangdam. Foto foto bupati kebumen, dan masih banyak lagi yang lainnya yang tertata menghiasi lorong lorong di benteng ini. Keliling benteng di lantai 2 dan menemukan bakas bekas kantor belanda waktu itu yang menempati salah satu ruangan.
Akhirnya keliling pun telah usai dan kita ke lantai 3. disitu ada kereta atas benteng. Tiketnya 4rb. Tapi berhubung disitu yang naik tu anak anak semua, ya ada beberapa bapak bapak ibu ibu yang membawa anak mereka. Jadi aku agak sungkan juga buat ikutan naik. Hehe.. padahal kepengen. Akhirnya kita turun lalu melihat kondisi di sekeliling benteng. Ada kafetaria, mushola, banyak taman bermain, ada patung patung hewan. Lalu ada bekas bekas gedung kantor benteng yang dulu juga sempat digunakan untuk SECATA. Habis keliling, kita langsung menuju pintu keluar karena waktu sudah menunjukkan jam 13. kita makan beberapa wafer dan coklat sambil perjalanan dan pulang sekitar jam 13.10. setelah mengambil motor kita langsung tancap gas dan menuju ke masjid agung Kebumen. Jam 13.30 sudah sampai di alon alon Kebumen dan kita shalat disitu. Jam 13.50 kita lanjut perjalanan dan mencari tempat makan siang. Jam 14.05 kita makan bakso di jalan Soeprapto kebumen sampai jam 14.25 dan kita langsung cabut dan lumayan ngebut.
Setelah sekitar dua jam lebih perjalanan akhirnya aku sampai juga di Muntilan dan mengantar pemain jok belakang kembali kerumahnya. Jam 16.10 kita sudah sampai dan istirahat sejenak sambil ngobrol ngobrol sama dia. Jam 16.35, aku pulang dan tidak lupa mengisi bensin dulu.

Hari yang menyenangkan! Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...