Tuesday, April 30, 2019

#AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia, Jika Tidak Sekarang Kapan Lagi?



Dahulu, saya tidak pernah terpikirkan untuk meniti karir sebagai PNS. Awalnya saya hanya merasa beruntung karena diterima menjadi CPNS pada sebuah seleksi di sebuah instansi pemerintah daerah. Beruntung, karena hanya iseng mencoba dan itupun yang pertama kali. Sekaligus yang terakhir tentunya.

Saya ditempatkan sebagai fungsional umum di sebuah kantor kelurahan yang mana seluruh pegawainya adalah PNS termasuk kepala kantor yaitu Lurahnya. Jadi bukan model pemilihan Kepala Desa tetapi penunjukan oleh Bupati.

Sebagai PNS, saya bekerja sesuai arahan dari atasan saya, dan lambat laun melihat saya punya potensi ketelitian dan kejujuran, saya dipercaya menjadi bendahara di kantor tersebut. Dari sinilah semua berawal. Saya mulai tahu seluk beluk keuangan instansi yang ternyata tidak selamanya baik. Terlalu banyak unsur kepentingan yang bermain dalam pengelolaan keuangan, sehingga kegiatan kegiatan utama menjadi terganggu. Kepentingan yang terlibat antara lain, kepentingan kantor yang tidak terakomodir dalam dokumen penganggaran, maupun setoran-setoran ke atas yang sifatnya adalah rahasia dan bawah meja.
 
Sumber : markeluk.com


Saya mulai jengah dan tidak tahan karena saya paling tidak bisa bekerja dengan tidak benar sehingga saya pelan-pelan mengajukan diri untuk berhenti menjadi bendahara. Cukup di bagian administrasi pelayanan saja atau administrasi kepegawaian. Nyatanya, permohonan saya di acc oleh atasan dan malang tidak bisa dihindarkan lagi karena...

Tidak lama kemudian, saya diberi tugas oleh atasannya atasan saya. Dalam surat tugas yang saya terima, saya dimohon membantu bagian keuangan di kantor kecamatan dan menjadi bendahara lagi. Alasannya adalah karena bendahara saat ini sementara pindah tugas di Badan Pengawas Pemilu karena kepentingan membantu selama gelaran Pemilu 2019 ini.

Demi menjaga pertemanan baik saya dengan bendahara kecamatan tadi, saya pun mencoba mengiyakan tugas tersebut dan saya jalani barangkali di kantor baru ini akan menjadi lebih baik pengelolaan keuangannya. Namun apa yang saya lihat dan saya rasakan adalah sebaliknya. Justru di kantor ini pengelolaan keuangannya lebih parah dan lebih terstruktur. Mau tidak mau saya yang terlanjur mengiyakan surat tugas tersebut pelan-pelan terlibat dalam sebuah permainan keuangan.

Kini sudah bulan ke empat saya bertugas dan saya setiap hari menjadi banyak pikiran karena pekerjaan yang sangat tidak sesuai dengan kata hati saya, namun saya tidak bisa berbuat banyak karena setiap saya ingin memilih berhenti atau pindah selalu saja dimentahkan oleh atasan.

**
Setelah berdiskusi dengan keluarga, rekan-rekan serta orang tua saya tentunya, saya memutuskan untuk segera mengakhiri jalan ini. Saya ingin segera pindah instansi keluar daerah dan kebetulan juga orang tua saya yang mulai sepuh sehingga butuh perawatan. Ditambah lagi saya adalah anak tunggal. Maka opsi pindah wilayah kerja ini akan saya tempuh.

Saya mencari info untuk langkah-langkah pindah instansi dan berharap saya akan ditempatkan selain di divisi keuangan. Kalaupun di keuangan lagi, yang penting lurus. Kini, progres pengurusan pindah saya baru sampai pada tahap perencanaan karena urusan birokrasi yang sampai sekarang ini sering gampang-gampang susah, sehingga saya harus mencari channel-channel tertentu agar terhindar dari jebakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Semoga niat saya untuk #AyoHijrah ini mendapat ridho dari Allah SWT sehingga saya bisa menjalani pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

**
Hijrah sebagaimana yang saya ceritakan diatas adalah contoh bahwa saya sedang ingin berjalan ke arah yang lebih baik setelah lama merasa terjerumus dalam jalan yang buruk. Termasuk juga masalah keuangan dan perbankan. Kini saya juga pelan-pelan telah memindahkan rekening saya ke bank syariah, seperti Bank Muamalat Indonesia.
sumber : icmi.or.id

Dalam urusan perbankan, bank konvensional biasanya memberikan bunga yang dalam agama Islam hukumnya adalah haram. Maka dari itu, saya sebagai muslim, merasa perlu memulai menghindari yang haram tersebut. Tentunya dengan gerakan #AyoHijrah ke Bank Muamalat Indonesia karena Bank Muamalat Indonesia adalah bank syariah murni pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1992.

Selain itu, Bank Muamalat Indonesia juga dikelola dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah sehingga tidak ada keraguan lagi untuk segera membuka rekening di Bank Muamalat Indonesia dan #AyoHijrah!


2 comments:

  1. Bank muamalat memang bikin nyaman, apalagi pengelolaan keuangan syariah yang baik dan aman. #ayohijrah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...